
Setidaknya 21 anak sedang menjalani perawatan di rumah sakit setelah sebuah mobil boks yang memiliki stiker Badan Gizi Nasional tiba-tiba masuk dan menabrak pagar SD Negeri Kalibaru 01, Jakarta Utara. Mobil tersebut dikabarkan hendak mengantar "makanan bergizi gratis", namun malah melindas para siswa yang sedang berkegiatan di lapangan sekolah.
Saat kejadian terjadi, para siswa sedang mengikuti kegiatan literasi. Dari berbagai video yang diunggah, terlihat para murid duduk berbaris di lapangan depan sekolah. Berikut adalah kronologi kejadian:
Kronologi Kejadian
Pada sekitar pukul 07.00 WIB, mobil boks abu-abu tiba-tiba masuk dan menabrak pagar sekolah. Mobil tersebut menabrak satu orang dewasa yang berdiri di depan pagar, lalu melindas para siswa yang sedang duduk bersila. Histeria pun pecah ketika beberapa murid yang berpakaian putih-merah terkapar di bawah dan di sekitar mobil boks.
Anak-anak yang tertabrak kemudian dibawa ke dua rumah sakit berbeda, yaitu RSUD Koja dan RSUD Cilincing. Saksi mata bernama Ahmad Rifai mengatakan bahwa mobil boks itu sebenarnya hendak masuk ke dalam sekolah. Di depan pagar, mobil tersebut sempat berusaha melewati tanjakan, namun tiba-tiba kencang menabrak gerbang hingga gerbangnya jatuh.
Pernyataan dari Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa mobil boks tersebut rutin datang ke SDN 01 Kalibaru. Namun, pada hari kejadian, sopir pengantar MBG bukanlah orang yang biasanya mengendarai mobil tersebut. Karena perubahan sopir, pintu mobil tertutup, namun mobil tetap masuk dengan kecepatan yang tidak terkontrol, menabrak murid dan guru yang sedang dikumpulkan untuk proses literasi.
Menurut Pramono, insiden ini sama sekali tidak terduga. "Pagar tertutup rapat, tapi mobil tetap masuk dan menabrak," ujarnya.
Penanganan oleh Polisi
Sopir mobil boks tersebut kini ditahan di Polsek Cilincing. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Erick Frendiz, menyatakan bahwa penanganan kasus dilakukan secara cepat oleh jajaran kepolisian. Saat ini, polisi masih memeriksa sopir dan kernet mobil boks tersebut, serta melakukan olah TKP.
Kondisi Para Korban
Kapolres Jakarta Utara menyebut jumlah korban mencapai 19 orang. Lima di antaranya dirawat di RSUD Koja. Selain siswa, satu dari seluruh korban yang dilarikan ke rumah sakit merupakan guru. Guru tersebut akan segera dioperasi karena mengalami patah kaki, kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, usai menjenguk para korban di RSUD Koja.
Di rumah sakit itu juga, satu siswa akan menjalani operasi karena mengalami luka di bagian wajah. Rano menyatakan bahwa tidak ada korban yang meninggal akibat peristiwa ini, meskipun salah satu korban memerlukan perawatan khusus.
Tanggung Jawab Pemprov DKI
Gubernur Pramono menyatakan telah meminta pihak rumah sakit melakukan tindakan medis apapun untuk penyembuhan para korban. Ia juga menyatakan bahwa seluruh biaya yang muncul akan ditanggung oleh Pemprov DKI. "Jika diperlukan tindakan bedah dan sebagainya, saya minta diberikan dukungan sepenuhnya," ujarnya.
Pernyataan BGN
Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, meminta maaf atas insiden mobil boks MBG yang menabrak para siswa dan guru di Jakarta Utara. Sony mengklaim lembaganya akan melakukan evaluasi untuk menelusuri dugaan kesalahan prosedur dalam pelaksanaan MBG. "BGN akan melakukan evaluasi internal, termasuk kemungkinan terjadinya pelanggaran SOP," ujarnya.
Profil SPPG di SDN Kalibaru 01
Berdasarkan penelusuran BBC News Indonesia, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk kawasan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara dinaungi oleh Yayasan Darul Esti Sumidah. Yayasan ini memperoleh status badan hukum pada Desember 2024. Fakta ini tertuang dalam sejumlah dokumen yang diterbitkan BGN, salah satunya Keputusan Sekretaris Utama BGN Nomor 72 Tahun 2025, tertanggal 14 Agustus 2025.
Penanggung jawab yayasan ini bernama Harry Sutarman, merujuk berkas lain yang dikeluarkan BGN. Sementara Ketua SPPG ini bernama Sahrul Gunawan Siregar. BBC News Indonesia telah menghubungi nomor telepon Yayasan Darul Esti Sumidah yang tertera pada dokumen BGN, tapi nomor tersebut "tidak terdaftar".
Pada 20 November lalu, SPPG ini mengadakan "koordinasi pelaksanaan program MBG" di aula SDN Kalibaru 01. Baik Harry maupun Sahrul hadir dalam acara forum group discussion tersebut. Pada 25 Agustus 2025, SPPG yang dinaungi yayasan ini menggelar seremoni peresmian Dapur Sehat SPPG Yayasan Darul Esti Sumidah. Komandan Kodim 0502/Jakarta Utara, Kolonel Dony Gredinand, menghadiri acara tersebut.
Selain SDN Kalibaru 01, SPPG ini juga menyalurkan produk MBG ke sejumlah sekolah, antara lain SDN Kalibaru 03, 09, SDN Cilincing 05, SDS Al Islamiyah, SMP Darusa'adah, SMP Al Husna, dan SMP Al Islamiyah. Pada 10 Desember kemarin, SPPG ini menyalurkan menu MBG yang terdiri dari dimsum, tumis buncis jagung, psiang, kentang rebus, dan tahu lada garam. Hampir setiap hari sejak 11 Agustus, SPPG ini mempublikasikan menu MBG yang mereka produksi.
Penanganan oleh Polisi
Kepolisian saat ini telah menahan sopir yang menabrak para siswa dan guru di SDN Kalibaru 01. Menurut Kapolsek Cilincing, Komisaris Bobi Subasri, sopir itu menginjak pedal gas saat berusaha menginjak rem. "Jadi keterangan dari si sopir, itu kan sekolahnya di atas, ada tanjakan. Nah, kebetulan dia memang mau mengantarkan makanan itu ke sekolah. Ini keterangan sementara ya, bukan pasti ya, sementara. Dia mau naik ke atas itu, mau ngerem, katanya remnya nggak pakem kan, karena takut mau nabrak (mundur), dia injek (rem) yang dalam. Nah, kirain itu (rem), ternyata gas," ujar Bobi kepada Detikcom.
Bobi berkata, kepolisian saat ini masih terus memeriksa sopir dan kernet mobil boks tersebut. Kepolisian, kata dia, telah melakukan olah TKP.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar