Mobil retro modern yang fungsional untuk kebutuhan harian

VinFast VF3: Mobil Listrik yang Menjadi Inspirasi Modifikasi

VinFast VF3 menjadi salah satu mobil listrik yang mencuri perhatian sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia. Desain mungil dengan gaya mini SUV membuat mobil listrik asal Vietnam ini dinilai memiliki karakter kuat, sekaligus mudah dieksplorasi untuk personalisasi. Salah satu pemilik VF3 yang melakukan modifikasi adalah Nopiyan Saputra, yang akrab disapa Opi. Sebagai seorang desainer arsitektural dan konstruksi, Opi mengaku tertarik pada VF3 bahkan sebelum mobil ini resmi diluncurkan.

“Dari awal sebelum launching saya melihat mobil ini di media sosial, langsung tertarik. Selain karena butuh mobil yang compact untuk keperluan harian, desainnya juga berbeda dari EV lain. VF3 ini mini SUV dengan garis desain simple dan timeless,” ujar Opi kepada nurulamin.pro, Rabu (31/12/2025).

Ketertarikan itu berujung pada pemesanan unit saat pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025 di Kemayoran. Sejak unit diterima pada 26 Maret 2025, VF3 tersebut langsung digunakan sebagai mobil harian. Opi menggunakan mobil ini untuk ke proyek kerja serta kebutuhan keluarga. Ia menyatakan bahwa penggunaan mobil ini cukup menghemat biaya dibandingkan mobil konvensional yang biasa ia gunakan.

“Saya pakai untuk ke proyek, antar anak istri juga. Dan memang cukup menghemat, bisa sampai empat kali lipat dibanding konsumsi BBM mobil konvensional yang biasa saya pakai,” kata dia.

Seiring pemakaian harian, muncul keinginan untuk memodifikasi mobil listrik tersebut. Apalagi, Opi memiliki hobi mengutak-atik kendaraan. Untuk konsep modifikasi, Opi memilih aliran retro modern. Menurutnya, garis desain VF3 sudah mendukung arah modifikasi tersebut, tanpa harus menghilangkan identitas mobil listrik.

“Retro modern, bukan full retro klasik, karena ini tetap EV,” ucapnya.

Perubahan paling mencolok terjadi pada bagian depan. Wajah VF3 dirombak dengan grill dan headlamp custom yang seluruhnya dirancang sendiri oleh Opi, mulai dari sketsa hingga gambar kerja skala 1:1. Grill depan terinspirasi dari SUV klasik Amerika, sementara headlamp dibuat modern dengan daymaker. Opi memilih lampu bulat yang aslinya kotak, untuk menetralisir bentuk boxy supaya tidak terlalu kaku. Jadi tetap gagah tapi lucu.

Di sektor kaki-kaki, Opi menurunkan diameter pelek menjadi ring 15 dengan profil ban lebih tebal. Ia menggunakan pelek Bridgestone Nextry D-01 produksi era 1990-an yang dipadukan dengan ban Continental ComfortContact ukuran 205/65 R15. Karena offset pelek cukup besar, ditambahkan spacer custom agar tidak bergesekan dengan inner fender dan shockbreaker.

Sentuhan retro juga merambah ke interior. Jok dilapis ulang menggunakan kulit sintetis warna coklat yang dikombinasikan kain motif tartan beige. Tak berhenti di situ, keterbatasan ruang bagasi belakang VF3 diatasi dengan membuat front trunk custom di bawah kap depan. Kompartemen tambahan ini memiliki kapasitas sekitar 90 liter, cukup untuk menyimpan tas hingga koper kecil. Kap depan menggunakan engsel hidrolik supaya praktis. Front trunk juga dilapisi kulit agar selaras dengan interior dan konsep keseluruhan.

Modifikasi lain yang melengkapi tampilan antara lain roof rack custom dengan aksen kayu, atap yang di-wrap putih untuk efek two tone, serta pemasangan kaca film 3M dengan tingkat kegelapan 20 persen di depan dan 60 persen di belakang. Warna bodi Urban Mint dipertahankan karena sudah sesuai dengan selera pemilik.

Menariknya, sebagian besar komponen custom tersebut diproduksi sendiri oleh Opi, khususnya yang berbahan fiber. Ia mengakui prosesnya tidak instan dan membutuhkan riset karena aftermarket VF3 di Indonesia masih sangat terbatas. Part elektrikal seperti lampu juga usahakan socket to socket tanpa ubah bawaan mobil. Konsep retro untuk EV, khususnya VF3, belum banyak, jadi part yang belum ada kita buat sendiri.

Meski tampil beda, Opi memastikan mobilnya tetap fungsional untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari wara-wiri di kota hingga piknik ke camping ground atau menghadiri acara komunitas. Modifikasi dilakukan secara bertahap sejak serah terima unit. Namun jika dikerjakan sekaligus, seluruh prosesnya disebut tak sampai satu bulan.

Total biaya modifikasi yang dikeluarkan berada di kisaran Rp 45 juta, termasuk pelek yang sudah dimiliki sebelumnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan