Modus berhenti di konter, ponsel driver ojol Balikpapan diduga dicuri penumpang

Modus berhenti di konter, ponsel driver ojol Balikpapan diduga dicuri penumpang
Ringkasan Berita:
  • Driver ojol Balikpapan kehilangan ponsel kerja usai mengantar penumpang pada malam Minggu.
  • Penumpang diduga menggunakan modus berhenti di konter sebelum ponsel korban hilang.
  • Akibat kejadian ini, korban tak bisa bekerja dan berencana melapor ke pihak aplikasi serta kepolisian.

nurulamin.pro, BALIKPAPAN – Seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, kehilangan ponsel yang menjadi alat utamanya untuk bekerja, usai mengantar penumpang dengan modus berhenti di konter.

Ponsel tersebut diduga diambil oleh penumpang yang baru saja diantarnya, pada Sabtu malam atau malam Minggu (10/1/2026) sekitar pukul 00.00 Wita.

Korban bernama Arsal (19), warga Kelompat, mengaku peristiwa itu bermula saat dirinya menerima order penjemputan dari kawasan Kelompat dengan tujuan Kampung Baru.

Malam itu, udara terasa dingin, jalanan relatif sepi, dan aktivitas warga mulai berkurang.

“Awalnya saya jemput penumpang di Kelompat, di depannya Aswamidi. Lalu saya antar ke arah Kampung Baru,” ujar Arsal saat ditemui nurulamin.prodi Mako Polsek Balikpapan Barat saat hendak membuat laporan, Senin (12/1/2026).

Di tengah perjalanan, penumpang tersebut meminta berhenti sejenak di sebuah konter.

Arsal pun menepikan motornya dan menunggu di pinggir jalan, sementara penumpang turun dengan alasan ingin mengisi saldo dompet digital.

“Dia minta stop dulu di konter. Katanya mau isi dana di handphone-nya,” jelasnya.

Setelah urusan di konter selesai, perjalanan kembali dilanjutkan.

Namun menjelang tiba di titik tujuan sesuai aplikasi, penumpang kembali meminta berhenti, kali ini di seberang jalan, bukan di lokasi penurunan yang tertera di aplikasi.

“Pas mau sampai titiknya, dia minta stop-in di seberang jalan saja, di pinggir jalan. Saya berhenti, dibayar, lalu saya jalan,” ungkap Arsal.

Arsal baru menyadari ponselnya hilang setelah melaju sekitar 100 hingga 300 meter dari lokasi penurunan penumpang.

Saat itu, angin malam terasa menusuk, dan ia merogoh kantong jaketnya untuk memastikan ponsel masih ada.

“Saya ngerasa kantong jaket saya kosong. Pas saya balik lagi ke lokasi, sudah nggak ada,” katanya.

Ia meyakini ponsel tersebut bukan terjatuh di jalan, melainkan diduga diambil oleh penumpang yang baru saja diantarnya.

Menurutnya, tidak ada suara benturan atau jatuh yang biasa terdengar jika ponsel terlepas dari saku.

“Kalau jatuh pasti ada bunyi. Ini nggak ada sama sekali. Hapenya saya taruh di kantong hoodie sebelah kiri,” ucapnya.

Arsal menjelaskan, kondisi malam yang dingin membuatnya kurang peka terhadap situasi sekitar.

Ponsel yang hilang merupakan ponsel utama yang digunakan untuk bekerja sebagai driver ojol.

“Itu handphone buat kerja. Jadi sekarang nggak bisa narik,” ujarnya.

Ponsel tersebut baru dimiliki sekitar tiga bulan dan masih dalam masa kredit.

Ia menyebut jenis ponsel yang hilang adalah Infinix Hot 60 dengan cicilan sekitar Rp600 ribu per bulan.

“Baru tiga bulan. Masih kredit,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, Arsal mengaku mengalami kerugian cukup besar.

Selain kehilangan ponsel, akun aplikasi ojek online miliknya juga tidak bisa digunakan sementara waktu.

“Di hape itu ada aplikasi ojek online juga. Jadi harus urus akun lagi,” jelasnya.

Arsal yang baru sekitar lima bulan menjadi driver ojol berencana melaporkan kejadian ini ke pihak perusahaan aplikasi serta mempertimbangkan untuk membuat laporan resmi ke kepolisian.

“Saya mau ke kantor Maxim dulu, minta bantuan soal akun dan kehilangan handphone ini,” pungkasnya. (*)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan