
Pengantin Nangis karena Resepsi Berantakan, Viral di Media Sosial
Sebuah kisah memalukan terjadi saat sebuah acara resepsi pernikahan berlangsung tanpa makanan dan minuman untuk tamu undangan. Kejadian ini membuat pengantin dan keluarga merasa malu karena wedding organizer (WO) yang mengurusi segalanya gagal menyediakan makanan untuk para tamu.
Kasus ini kemudian viral di jagat maya hingga rumah pemilik WO digeruduk oleh massa yang menuntut ganti rugi. Pemilik WO tersebut adalah Ayu Puspita, yang diduga menggunakan uang klien untuk membeli rumah mewah dan melakukan perjalanan ke luar negeri.
Pengalaman Buruk Saat Acara Pernikahan
Peristiwa ini pertama kali geger setelah adanya sebuah pesta resepsi pernikahan yang tidak menyediakan katering alias makanan dan minuman. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (6/12/2025) di sebuah gedung di kawasan Jakarta.
Salah satu korban, Samuel, menceritakan pengalamannya saat pesta di Gedung Pelindo, Jakarta Utara, pada 6 Desember 2025. Meskipun sudah membayar lunas Rp 82 juta, katering tidak hadir dan tamu pulang lebih awal.
Keluarga terpaksa memesan makanan melalui GoFood agar acara bisa tetap berjalan. “Kami sudah booking villa di Bali untuk bulan madu, tapi sekarang harus fokus ke kasus penipuan ini,” kata Samuel.
Sementara itu, sepupu korban bernama Nana juga mengungkapkan betapa kacau situasi di resepsi sepupunya. “Acara sudah mulai, tapi katering sama sekali tidak ada. Keluarga harus inisiatif pesan makanan dadakan,” ujarnya.
Pihak keluarga pengantin sempat menghubungi pihak katering yang semestinya disediakan oleh WO. Namun, respons yang diterima tidak jelas. "Saat dihubungi bilangnya sudah dekat tapi minta share location enggak dikasih," kata Nana.
Profil Ayu Puspita
Ayu Puspita dikenal sebagai pengelola sebuah wedding organizer yang berpromosi dengan paket lengkap termasuk venue, dekorasi, katering, hingga layanan dokumentasi. Berdasarkan materi promosi yang beredar, usaha tersebut menggunakan kontak 0811-9691-1668 dan akun Instagram @byayupuspitaa.
Ia juga mencantumkan alamat operasional di Jl. H. Siun 2C No. 51A, Ceger, Jakarta Timur. Nama Ayu Puspita menjadi sorotan publik setelah muncul kasus resepsi pernikahan yang viral karena berlangsung tanpa makanan maupun minuman, meski klien mengaku telah membayar penuh.
Rumah Ayu Puspita Digeruduk Massa
Para korban langsung mendatangi rumah Ayu Puspita meminta pertanggung jawaban. Rumah yang dibeli Ayu tersebut adalah rumah mewah yang berada di sebuah komplek perumahan. Namun di lapangan, pihak RT dan RW tak mengetahui bahwa Ayu Puspita Dinanti telah menempati rumah mewah tersebut.
“Tadi sudah ke rumah Ayu Puspita WO penipu, ternyata ini rumah baru di tempatin beberapa bulan, bahkan RT RW gak tahu dia tinggal disitu karena baru.” “Jangan-jangan duit gue dan ratusan korban lain dipakai buat beli rumah sama dia, rumahnya gede banget coy,” ungkap curhatan seorang klien.
Tampak rumah mewah tersebut sudah dikunjungi oleh para keluarga korban kasus penipuan Ayu. Tak pelak hal tersebut menuai banyak reaksi dari para pengguna Thread yang mengikuti kasus penipuan tersebut.
Pengakuan Ayu Puspita
Pengakuan Ayu Puspita pemilik Wedding Organizer (WO) yang tipu ratusan calon pengantin di Jakarta, ternyata memakai uang kliennya membeli rumah mewah dan jalan-jalan ke luar negeri. Ayu Puspita mengakui bahwa manajemen keuangan perusahaannya berantakan.
Dana dari klien baru dan pameran digunakan untuk menutup tanggungan acara sebelumnya. Namun, skema ini akhirnya runtuh dan menyebabkan kerugian besar bagi para calon pengantin. “Saya menggunakan sebagian dana untuk membayar uang muka rumah, tapi sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien,” ujar Ayu.
Ratusan pasangan yang terdampak tak bisa menahan kekecewaan. Banyak dari mereka yang menabung bertahun-tahun untuk pesta pernikahan kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan dana. Kasus ini memicu sorotan luas dan desakan agar pihak berwenang segera menindaklanjuti demi melindungi hak korban.
Skema yang dijalankan Ayu Puspita disebut mirip ponzi, di mana uang dari klien baru digunakan untuk membayar tanggungan sebelumnya. Dana korban dilaporkan digunakan untuk keperluan pribadi, termasuk berlibur ke luar negeri dan membeli rumah mewah di Jakarta.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar