Mohamed Salah Dianggap Toksik, Satu Klub Liga Arab Saudi Menolaknya Secara Terbuka

Mohamed Salah Dianggap Toksik oleh Klub Liga Arab Saudi

Pemain depan Liverpool, Mohamed Salah, dikabarkan dianggap sebagai pemain toksik oleh salah satu klub Liga Arab Saudi. Klub tersebut adalah Al Kholood, yang secara terbuka menolak gagasan untuk mendatangkan sang Raja Mesir.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pemilik klub, Ben Harburg. Saat beberapa klub di Negeri Minyak berlomba-lomba memburu tanda tangan Mo Salah, Harburg justru menolak mentah-mentah. Ia menilai bahwa pemain berusia 33 tahun itu tidak cocok bermain di Liga Arab Saudi karena ia bukanlah pemain yang mementingkan tim.

Hal ini terlihat dari pernyataan kontroversialnya baru-baru ini setelah menjadi pemain cadangan Liverpool secara beruntun. Bagi Harburg, kedatangan Mohamed Salah ke Arab Saudi tidak membawa manfaat bagi liga. Ia menyatakan:

  • "Saya rasa sudah ada, bahkan di kalangan publik, kekhawatiran yang jauh lebih besar terkait kedatangannya ke Liga Arab Saudi."
  • "Dia berusia 33 tahun, dia mendapat bayaran yang sangat besar sekitar setahun yang lalu, berapa pun jumlahnya, dan sejak itu performanya sangat buruk."
  • "Dia tidak terlihat sebagai pemain tim yang baik."

Harburg juga menegaskan bahwa ketika ia melihat cara Mo Salah bertindak di Liverpool, jika seorang pemain tidak tampil baik, maka ia tidak akan masuk dalam susunan pemain utama. Ia menambahkan:

  • "Kami tidak menempatkan orang dalam susunan pemain utama berdasarkan apa yang mereka lakukan tiga musim lalu atau bahkan musim lalu."

Lebih lanjut, Harburg mengungkapkan bahwa alasan utama klub Liga Arab Saudi tidak perlu mendatangkan Mohamed Salah adalah karena sikapnya yang toksik. Cara Mo Salah bersikap di Liverpool, diikuti dengan penurunan performanya, tidak diimbangi dengan daya juang yang cukup, sehingga membentuk kombinasi yang buruk terutama dalam memengaruhi tim.

Harburg bahkan melihat bahwa klub-klub di Liga Arab Saudi seharusnya mengejar tanda tangan winger Real Madrid, Vinicius Junior. Ia mengatakan:

  • "Semua itu, menurut saya, membentuk kombinasi faktor yang cukup toksik."
  • "Jadi, saya lebih baik dia tidak datang ke sini."
  • "Saya yakin beberapa orang menyukai daya tarik bintangnya, dia berasal dari wilayah ini, tetapi pendapat saya adalah dia tidak cocok untuk liga kami."
  • "Saya lebih memilih, jika harus memilih antara dia dan Vinicius, saya akan memilih Vinicius."
  • "Saya berharap kami mengejar pemain-pemain muda berusia 25 tahun dari gelombang berikutnya daripada pemain seperti Mohamed Salah, yang pasti ini akan menjadi pemberhentian terakhir dalam kariernya."

Hingga saat ini, Mohamed Salah belum memberikan pernyataan maaf terkait ucapannya ke publik atas reaksinya terhadap keputusan Arne Slot. Ia bahkan "diasingkan" dari skuad Liverpool ketika berangkat ke Italia guna menghadapi Inter Milan di Liga Champions.

Mo Salah diyakini akan diparkir lagi saat The Reds menghadapi Brighton & Hove Albion dalam lanjutan Liga Inggris akhir pekan ini. Setelah itu, dirinya akan bergabung dengan Timnas Mesir guna menjalani Piala Afrika 2025 yang dihelat di Maroko pekan depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan