
Mohamed Salah Kembali Dihujani Kritik Usai Ucapan Selamat Natal
Mohamed Salah, bintang Liverpool dan timnas Mesir, kembali menjadi sorotan setelah mengunggah foto dua putrinya di depan pohon Natal. Unggahan ini merupakan kebiasaan yang dilakukannya setiap akhir tahun, namun kali ini menimbulkan reaksi beragam dari warganet.
Unggahan tersebut memperlihatkan dua putri Salah, Makka dan Kayan, duduk di depan pohon Natal yang dihiasi dengan meriah. Tidak ada gambar dirinya dalam unggahan itu, karena Salah sedang fokus membela timnas Mesir di Piala Afrika 2025. Di captionnya, Salah hanya menulis pesan singkat, “#SelamatNatal”.
Meski biasanya menjadi tradisi, unggahan ini kembali memicu kritik dari sebagian netizen. Banyak yang mempertanyakan sikap Salah sebagai figur Muslim yang berpengaruh. Beberapa komentar menyebut bahwa perayaan Natal tidak sejalan dengan keyakinannya. Namun, tidak sedikit pula penggemar yang memberikan dukungan, menilai unggahan tersebut sebagai urusan pribadi yang tidak perlu dikaitkan dengan agama.
Kritik yang Sering Muncul
Kritik terhadap Mohamed Salah bukanlah hal baru. Sebelumnya, pada 2023 dan 2024, ia juga mengunggah momen Natal bersama keluarga, yang juga menuai pro dan kontra. Warganet tertentu mengingatkan bahwa sebagai seorang Muslim, Salah seharusnya lebih menjaga kesopanan dalam menampilkan ritual keagamaan orang lain.
Namun, banyak penggemar yang melihat hal ini sebagai bentuk toleransi dan kebersamaan keluarga. Mereka menilai bahwa unggahan itu tidak perlu dianggap sebagai pernyataan keagamaan, melainkan sekadar momen kekeluargaan yang ingin dibagikan.
Fokus di Lapangan
Di tengah polemik media sosial, Mohamed Salah tetap menunjukkan fokusnya dalam bermain sepak bola. Penyerang berusia 33 tahun ini masih menjadi andalan Liverpool dan tampil konsisten di berbagai kompetisi. Performanya di Piala Afrika 2025 juga sangat penting bagi timnas Mesir, yang saat ini berada di posisi kedua Grup B dengan tiga poin usai mengalahkan Zimbabwe 2-1.
Salah menjadi penentu kemenangan lewat golnya di masa injury time babak kedua. Mesir, yang merupakan tim tersukses sepanjang sejarah Piala Afrika dengan tujuh gelar, belum kembali menjuarai turnamen ini sejak 2010. Edisi 2025 menjadi peluang bagi Salah untuk mempersembahkan trofi AFCON pertamanya.
Laga Penting Berikutnya
Pada matchday kedua Grup B, Mesir akan menghadapi Afrika Selatan, Jumat (26/12) malam WIB. Laga ini menjadi penentuan penting dalam perebutan posisi puncak klasemen dan peluang lolos ke babak gugur. Secara catatan pertemuan, Afrika Selatan sering menjadi lawan yang sulit bagi Mesir, sehingga pertandingan diprediksi berlangsung ketat.
Media Sosial sebagai Ruang Sensitif
Kasus yang berulang ini menunjukkan bagaimana media sosial bisa menjadi ruang sensitif bagi para figur publik. Satu unggahan saja bisa memicu perdebatan luas, terlepas dari niat awal. Bagi Mohamed Salah, hal ini menjadi tantangan tambahan selain fokus bermain di lapangan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar