
Perayaan Tumpek Klurut yang Penuh Kasih Sayang oleh Gubernur Bali
Gubernur Bali, Wayan Koster, merayakan Hari Tumpek Klurut dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Dalam momen kearifan lokal Bali ini, yaitu Hari Tresna Asih, Gubernur Koster memilih untuk mentraktir ribuan cup kopi di Jenar Coffee dan Tan Panama Coffee Shop Denpasar, pada Sabtu 3 Januari 2026. Selain itu, ia juga memberikan hadiah berupa menu babi guling di Warung Men Wenci kawasan Sangeh, Kabupaten Badung, sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM lokal sekaligus berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.
Pada pagi hari, lokasi warung babi guling tersebut dipadati pengunjung. Dua ekor bebek guling ludes dalam waktu singkat. Suasana di sana terasa sangat hangat dan penuh antusiasme. Gubernur Koster tampak akrab dengan para pengunjung yang didominasi oleh anak-anak muda (yowana). Ia bahkan menjadi pusat foto bersama, melayani setiap permintaan selfie dengan tulus.
Gubernur Koster menjelaskan bahwa perayaan Tumpek Klurut memiliki makna penting sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa tresna asih (kasih sayang), mempererat hubungan antar sesama, serta memperkuat jati diri dan karakter masyarakat Bali. “Tumpek Klurut ini adalah hari kasih sayang menurut kearifan lokal Bali. Kita maknai dengan berbagi, membangun interaksi yang hangat, terutama dengan generasi muda, sekaligus mendukung UMKM lokal,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan secara niskala lan sekala. Secara niskala, perayaan dimulai dengan persembahyangan yang dipusatkan di Pura Candi Narmada, sedangkan secara sekala diwujudkan melalui interaksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak muda, di ruang-ruang publik seperti coffee shop.
Antusiasme Pengunjung Terhadap Traktiran Gubernur Koster
Antusiasme pengunjung cukup besar. Salah satu pengunjung bernama Prama asal Denpasar mengaku senang bisa berada langsung di lokasi dan merasakan suasana kebersamaan tersebut. “Kebetulan sekalian weekend, terus ditraktir sama Pak Gubernur. Senang sekali, awal tahun sudah ada momen seperti ini. Terima kasih banyak, senang sekali,” ujar Prama.
Di sisi lain, Gubernur Koster menekankan bahwa UMKM lokal Bali memiliki peran strategis dalam menjaga budaya Bali sekaligus menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda. Oleh karena itu, momentum Tumpek Klurut dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan rasa tresna asih di tengah masyarakat.
Perayaan Tumpek Klurut ini pun menjadi contoh bagaimana nilai-nilai kearifan lokal Bali tetap relevan dan dapat dimaknai secara kontekstual dalam kehidupan masyarakat modern. Tujuan dari perayaan ini menurut Gubernur adalah untuk membangun jati diri, karakter, dan identitas krama Bali, yang merupakan warisan leluhur. “Ini penting untuk kita rawat dan perkuat bersama,” tuturnya.
Hiburan Musik di Panggung Terbuka
Tidak hanya itu, Koster juga menghadirkan hiburan pentas musik di Panggung terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar pada hari yang sama. Hiburan ini dinikmati oleh masyarakat luas mulai pukul 18.00 WITA hingga selesai. “Musiknya dikemas untuk menciptakan suasana tenang, damai, dan becik, agar masyarakat bisa menikmati kebersamaan dengan nyaman,” pungkas Gubernur Koster.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar