Motif TNI Bunuh Ibu Muda di Baubau Terungkap, Korban Akui Hamil

Motif TNI Bunuh Ibu Muda di Baubau Terungkap, Korban Akui Hamil

Kasus Pembunuhan Mama Muda di Kota Baubau: Dua Oknum TNI Jadi Tersangka

Kasus pembunuhan seorang mama muda inisial WK (23) yang terjadi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), telah menarik perhatian publik. Dua oknum TNI, yaitu Prada Y dan Prada Z, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Motif Pembunuhan yang Masih Dicari Jawabannya

Menurut informasi yang diperoleh, motif utama dari kejadian ini adalah karena Prada Y menolak bertanggung jawab atas kehamilan korban. Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, menyatakan bahwa hal tersebut menjadi alasan utama mengapa peristiwa tragis ini terjadi.

Namun, hingga saat ini, kronologi lengkap dari tindakan yang dilakukan oleh kedua tersangka masih belum dapat diungkapkan secara rinci. Penyidik sedang melakukan pemeriksaan mendalam untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

Profil Prada Y: Anggota TNI yang Baru Selesai Pendidikan

Prada Y adalah anggota TNI yang baru saja menyelesaikan pendidikannya pada pertengahan tahun 2025. Setelah lulus, ia langsung ditugaskan di Batalyon Yonif TP 823/Raja Wakaaka pada Juli 2025. Batalyon ini resmi diresmikan dalam upacara penyerahan tanggul yang berlangsung pada 16 Juli 2025 di Lapangan Lembah Hijau, Kota Baubau.

Sebelumnya, markas batalyon ini berada di Gedung Pancasila dan Rumah Sakit di Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio. Saat ini, markas batalyon berpindah ke Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio, sejak sebulan lalu. Lokasi tersebut berjarak sekitar 12 kilometer dari lokasi sebelumnya.

Awal Hubungan antara Prada Y dan WK

Awal hubungan antara Prada Y dan WK dimulai melalui media sosial. Hubungan keduanya berkembang hingga akhirnya resmi menjadi pacar. Pada November 2025, Prada Y bahkan sudah dikenalkan kepada keluarga korban saat acara keluarga. Para tetangga juga diketahui mengetahui hubungan spesial yang terjalin antara keduanya.

Belum lama dikenalkan ke keluarga, WK ditemukan tewas dalam kondisi tanpa busana serta luka bakar di seluruh tubuhnya. Hasil visum sementara menunjukkan adanya luka sayat di leher dan pukulan benda tumpul di kepala korban. Selain itu, ditemukan botol bekas berisi sisa bahan bakar minyak di sekitar tubuh korban.

Penahanan Terhadap Dua Oknum TNI

Setelah melibatkan dua oknum TNI, kasus ini dilimpahkan ke POM Baubau untuk penyelidikan lebih lanjut. Danbrigif TP 29/Mekongga, Kolonel INF Arfiandy Bayu Laksono, mengakui keterlibatan dua oknum TNI tersebut. Ia menyatakan bahwa yang terlibat adalah satuan dari Yonif TP 823/Raja Wakaaka dengan inisial Y dan Z.

Foto terduga pelaku bahkan tersebar di media sosial, sehingga menimbulkan perhatian besar dari masyarakat. Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) TP 823/Raja Wakaaka, Letkol Inf Arkham Hidayat, menyarankan agar masyarakat mengonfirmasi informasi tersebut kepada penyidik.

Penemuan Mayat Wanita Tanpa Identitas

Mayat wanita tanpa identitas ditemukan di bawah Jembatan Permandian Kogawuna, Minggu (21/12/2025). Lokasinya berada di Jalan Lingkar Bungi-Sorawolio, Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau. Saksi melihat hewan mengerumuni sesuatu, yang setelah diperhatikan adalah sosok mayat wanita tanpa busana.

Kasi Humas Polres Baubau, IPTU Rino Asnan, membenarkan penemuan mayat tersebut. Menurut hasil visum sementara, korban ditemukan dalam keadaan membusuk dengan sejumlah luka di tubuhnya. Ada luka robek di leher akibat benda tajam, luka di kepala diduga karena benda tumpul, serta luka bakar di seluruh tubuh.

Benda Mencurigakan di Lokasi Kejadian

Setelah menerima laporan, Tim Inafis Polres Baubau tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 Wita untuk melakukan pemeriksaan intensif. Dari hasil olah TKP awal, polisi menemukan sejumlah benda mencurigakan seperti botol bekas berisi sisa BBM dan pakaian dalam wanita yang sudah dalam kondisi terbakar di sekitar lokasi kejadian.

Belakangan diketahui bahwa korban berinisial WK berusia 23 tahun. Ia merupakan warga Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Baubau, IPTU Rino Asnan, mengatakan bahwa setelah dugaan identitas korban tersebar di media sosial, keluarga korban melapor ke Polres lalu diantar ke rumah sakit untuk mengecek identitas.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan