Muda Mataram Soroti Krisis Sampah, Desak DLH Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan

Muda Mataram Soroti Krisis Sampah, Desak DLH Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan

Masalah Sampah di Kota Mataram Menjadi Sorotan

Kota Mataram kembali menjadi perhatian terkait masalah sampah. Sebuah organisasi kepemudaan, Majelis Muda Mataram, mengadakan audiensi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram pada Rabu, 24 Desember 2025. Audiensi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan perkotaan yang semakin memprihatinkan.

Audiensi tersebut menjadi ajang dialog strategis antara elemen pemuda dan pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk memperkuat sinergi dalam pembangunan kota yang berkelanjutan. Dalam pertemuan tersebut, Majelis Muda Mataram menegaskan pentingnya langkah nyata dan konsisten dalam merespons krisis lingkungan, khususnya soal sampah.

Kota Mataram, sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terus mengalami pertumbuhan pesat, terutama di sektor pembangunan fisik. Namun, laju pembangunan tersebut dinilai belum seimbang dengan prinsip keberlanjutan lingkungan. Majelis Muda Mataram menyebut bahwa identitas Kota Mataram sebagai kota bersih dan tertata mulai memudar.

Pertumbuhan penduduk, meningkatnya aktivitas ekonomi, serta lemahnya kesadaran kolektif terhadap lingkungan berdampak pada meningkatnya volume sampah harian. Sampah yang mencapai sekitar 300 ton per hari ini sebagian besar berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi ini terlihat dari tumpukan sampah di pasar tradisional dan ruas jalan, banjir musiman yang semakin parah, serta berkurangnya ruang terbuka hijau akibat alih fungsi lahan menjadi bangunan beton.

Ketua Majelis Muda Mataram, Muhammad Reza, mempertanyakan komitmen dan konsistensi DLH Kota Mataram dalam menjalankan kebijakan pengelolaan sampah. Hal ini mencakup Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019, Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 2 Tahun 2023, hingga Instruksi Wali Kota terkait kewajiban pemilahan sampah dari sumbernya.

Menurut Reza, kebijakan pemilahan sampah yang disertai ancaman sanksi dinilai belum diiringi kesiapan masyarakat. Ia menilai langkah tersebut seharusnya didahului oleh edukasi masif, sosialisasi berkelanjutan, dan penyediaan sarana pendukung yang memadai.

“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya. Program Pilah Sampah dari Rumah (Pilsadar) yang diluncurkan pada tahun 2023 hingga kini belum menunjukkan progres signifikan. Program tersebut terkesan hanya menggugurkan kewajiban tanpa evaluasi dan pendampingan yang serius. Baru ketika muncul peringatan dari TPA terkait pembatasan pembuangan sampah, pemerintah bergerak cepat. Ini menunjukkan penanganan yang masih bersifat reaktif,” ujar Reza.

Ia juga mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap TPA Kebon Kongok yang telah melampaui kapasitas menjadi ancaman serius bagi Kota Mataram. “Kondisi ini ibarat bom waktu. Jika tidak ada perubahan paradigma dan langkah konkret dari sekarang, Kota Mataram bisa kebanjiran sampah di berbagai sudut kota,” tegasnya.

Reza menekankan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, namun Pemerintah tetap harus menjadi motor penggerak utama. Ia mendorong penerapan konsep Zero Waste Event di seluruh kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sebagai langkah pembenahan dari internal birokrasi.

Selain itu, Majelis Muda Mataram mendorong optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap Kecamatan, agar pengelolaan sampah dapat diselesaikan di tingkat wilayah sebelum dibuang ke TPA. Organisasi ini juga menawarkan kerja sama konkret melalui program “Training Aktivis Lingkungan” untuk membangun kapasitas Pemuda sebagai agen perubahan.

Sebagai bentuk keseriusan, Majelis Muda Mataram menyerahkan draf kajian isu lingkungan kepada DLH Kota Mataram. Kepala DLH Kota Mataram, yakni H. Nizar Hery Cahyadi, menyambut positif masukan dari Majelis Muda Mataram tersebut. “Konsep kegiatan pemerintahan dengan pendekatan zero waste event merupakan gagasan yang menarik dan relevan. Masukan dalam bentuk tulisan maupun lisan ini akan kami atensi dan kami sampaikan kepada pimpinan,” tuturnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan