Mulai 1 Januari 2026, Tiket Guci Tegal Hanya Bisa Bayar QRIS

Mulai 1 Januari 2026, Tiket Guci Tegal Hanya Bisa Bayar QRIS

Penerapan Sistem Pembayaran Nontunai di Guci Tegal Mulai 1 Januari 2026

Mulai tanggal 1 Januari 2026, sistem pembayaran retribusi masuk Daya Tarik Wisata (DTW) Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, berubah sepenuhnya menjadi nontunai menggunakan sistem QRIS. Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses transaksi dan meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan.

Pengunjung kini hanya bisa melakukan pembayaran melalui dompet digital atau m-banking. Dengan adanya perubahan ini, banyak pengunjung yang awalnya terbiasa membayar dengan uang tunai mengalami kesulitan. Beberapa dari mereka bahkan harus menunggu cukup lama untuk mengisi saldo dompet digital mereka sebelum dapat melakukan transaksi.

Pengelola Menyediakan Mini ATM untuk Bantuan Pengunjung

Untuk membantu pengunjung yang kesulitan dalam memproses pembayaran, UPTD Guci telah menyediakan mini ATM yang disulap menjadi tempat top-up saldo dompet digital. Kios kecil ini ditempatkan di area pintu masuk sehingga mudah diakses oleh pengunjung yang membutuhkan bantuan.

Pengelola juga menerima pembayaran melalui berbagai aplikasi seperti Gopay, Shopee Pay, Dana, Ovo, Livin Mandiri, Brimo, serta aplikasi lain dari bank penyedia QRIS. Dengan adanya pilihan pembayaran yang beragam, diharapkan dapat memudahkan pengunjung dalam melakukan transaksi.

Pengalaman Pengunjung yang Mengalami Kesulitan

Salah satu pengunjung asal Cirebon, Nugroho, mengaku sempat kewalahan saat pertama kali mencoba sistem pembayaran nontunai. Ia mengatakan bahwa pada kunjungan terakhirnya ke Guci pada November 2025, pembayaran masih bisa dilakukan dengan uang tunai. Namun, saat kembali bersama keluarga, ia harus menggunakan sistem QRIS.

"Saldo m-banking dan dompet digital saya tidak cukup, jadi saya harus mengisi e-wallet di mini ATM yang tersedia," kata Nugroho. Ia harus menunggu sekitar 10 menit sebelum akhirnya mendapat giliran untuk bertransaksi.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses antre di mini ATM tergolong lama, sehingga membuatnya merasa repot. Meski demikian, ia berharap ke depannya pengunjung akan lebih terbiasa dengan sistem baru ini.

Sejarah Penerapan Sistem Pembayaran Nontunai

Menurut Kepala UPTD Objek Wisata Kabupaten Tegal, Satriyo Pribadi, penerapan sistem pembayaran nontunai secara 100% di Guci mulai berlaku sejak 1 Januari 2026. Meskipun berjalan lancar, terdapat beberapa kendala karena banyak pengunjung yang masih terbiasa menggunakan uang tunai.

Pada tanggal 1 dan 2 Januari 2026, terjadi antrean kendaraan di loket karena pengunjung belum siap dengan sistem baru. Namun, pihak pengelola langsung mengambil langkah untuk mengurai antrean tersebut.

Satriyo menjelaskan bahwa sistem pembayaran nontunai di Guci sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2019. Namun, karena berbagai kendala teknis dan SDM, penerapan sistem ini baru bisa direalisasikan secara maksimal pada awal tahun 2026.

Tren Pengunjung yang Menggunakan Sistem Nontunai

Satriyo mengungkapkan bahwa pada tanggal 1 Januari 2026, sekitar 4.000 pengunjung datang ke Guci. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.300 orang melakukan pembayaran nontunai. Sementara itu, sisanya masih ditoleransi dengan layanan semi digital, yaitu pencatatan yang sudah dilakukan secara digital, tetapi pembayaran masih menggunakan uang tunai.

Dengan adanya sistem pembayaran nontunai, diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan di Guci Tegal. Selain itu, sistem ini juga diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pengunjung.

Keuntungan dan Tantangan dari Sistem Pembayaran Nontunai

Beberapa keuntungan dari sistem pembayaran nontunai antara lain adalah pengurangan risiko kehilangan uang tunai dan kemudahan dalam melakukan transaksi. Selain itu, sistem ini juga dapat membantu pengelola dalam memantau alur keuangan secara real-time.

Namun, tantangan utama dari sistem ini adalah kesiapan pengunjung dalam menggunakan teknologi digital. Untuk mengatasi hal ini, pengelola telah menyediakan fasilitas seperti mini ATM dan edukasi kepada pengunjung agar lebih terbiasa dengan sistem baru.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan