
Muswil I Muslimat Hidayatullah Papua Barat Daya Berlangsung di Teminabuan
Musyawarah Wilayah (Muswil) I Muslimat Hidayatullah Papua Barat Daya berlangsung di Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, pada Jumat (2/1/2026). Acara ini mengusung tema “Meneguhkan Peran Muslimah dalam Membangun Ketahanan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045.” Tujuan utama dari Muswil ini adalah untuk memperkuat peran perempuan Muslim dalam pembangunan bangsa, khususnya melalui peran mereka sebagai bagian dari keluarga.
Muswil dibuka oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Papua Barat Daya, Ustadz M Sanusi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya tiga konsolidasi utama yang harus diperkuat oleh seluruh kader Muslimat Hidayatullah, yaitu konsolidasi jati diri, konsolidasi organisasi, dan konsolidasi wawasan.
Konsolidasi Jati Diri
Pada poin pertama, Ustadz Sanusi menegaskan bahwa setiap Muslimat Hidayatullah harus memiliki cita-cita besar dalam membangun peradaban Islam. Menurutnya, peradaban Islam tidak lahir secara instan di ruang publik, tetapi berawal dari keluarga. Ia menyoroti peran ibu sebagai pendidik utama dalam keluarga, sebagaimana ungkapan al-ummu madrasatul ula, yang artinya ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya.
Ketahanan keluarga menjadi pondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang berakhlak dan berdaya saing. Oleh karena itu, peran perempuan Muslim dalam membentuk karakter dan nilai-nilai keislaman di lingkungan terkecil sangat penting.
Konsolidasi Organisasi
Poin kedua yang disampaikan oleh Ustadz Sanusi adalah konsolidasi organisasi. Ia menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap struktur dan nilai organisasi. Seluruh pengurus Muslimat Hidayatullah diharapkan memahami serta menjadikan Pedoman Dasar Organisasi (PDO) sebagai rujukan utama dalam menjalankan amanah.
“Organisasi akan kuat apabila setiap pengurus memahami peran dan tanggung jawabnya, serta berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah,” tegasnya. Dengan demikian, keberlanjutan dan kekuatan organisasi dapat terjaga dengan baik.
Konsolidasi Wawasan
Selanjutnya, konsolidasi wawasan menjadi poin ketiga yang tidak kalah penting. Ustadz Sanusi mendorong seluruh anggota Muslimat Hidayatullah untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan dan tidak bersikap pasrah terhadap keadaan. Semangat belajar sepanjang hayat harus terus dijaga, sebagaimana pesan Rasulullah SAW, “Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat.”
Dengan peningkatan wawasan dan pengetahuan, Muslimat Hidayatullah diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Peserta dan Harapan
Muswil I ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi Pendis) serta Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Sorong Selatan, jajaran pengurus DPW Hidayatullah Papua Barat Daya, pengurus majelis taklim, serta tokoh masyarakat setempat.
Melalui Muswil ini, Muslimat Hidayatullah Papua Barat Daya diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai pilar ketahanan keluarga dan menjadi kontributor penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar