
Profil Lengkap Mustoha Iskandar, Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia
Mustoha Iskandar adalah sosok yang memiliki latar belakang pendidikan dan karier yang sangat mengesankan. Ia tidak hanya memiliki jabatan penting sebagai Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak 4 Agustus 2020, tetapi juga memiliki latar belakang akademik yang membanggakan. Mustoha merupakan lulusan Sarjana Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1986, yang seangkatan dengan Joko Widodo (Jokowi). Selain itu, ia juga meraih gelar Sarjana Muda dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun yang sama.
Pada 1996, Mustoha melanjutkan studinya ke University of Philippines Los Banos dan berhasil meraih gelar Magister Manajemen Pembangunan. Setelahnya, ia menyelesaikan program Doktor Manajemen Bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada tahun 2006. Tak hanya itu, Mustoha juga sukses meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta pada 2014. Dengan latar belakang pendidikan yang begitu lengkap, Mustoha memiliki gelar lengkap yaitu Dr. Ir. Mustoha Iskandar, S.H., MDM.
Sebelum menjadi Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia, Mustoha pernah menjabat posisi serupa di PT Pusri Palembang selama periode 2016-2018. Selain itu, ia juga pernah menjadi pembicara dalam beberapa kuliah umum di berbagai universitas seperti Universitas Bengkulu dan Universitas Kuningan. Mustoha juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Perum Perhutani selama tiga bulan, yakni Agustus-November 2016, serta Direktur Utama Perhutani periode 2014-2019.
Riwayat Jabatan Mustoha Iskandar
Berikut riwayat jabatan Mustoha Iskandar:
- Direktur Komersial Kayu Perum Perhutani
- Direktur Perum Perhutani (2014-2019)
- Ketua Dewan Pengawas Perum Perhutani (2016)
- Komisaris Independen PT Pusri Palembang (2016-2018)
- Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia (Persero) (2020-2025)
Mustoha Iskandar dikenal berani menyampaikan pendapatnya terkait isu-isu yang berkembang, salah satunya saat ia membungkam Profesor UNJ, Prof. Ciek Julyati Hisyam, yang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi. Mustoha menegaskan bahwa seluruh angkatan Fakultas Kehutanan UGM 1980, termasuk Jokowi, menggunakan materai hijau karena mereka diwisuda pada November, bukan Februari yang menggunakan materai merah.
Pernyataan Mustoha Mengenai Materai Ijazah
Mustoha menjelaskan bahwa UGM memiliki empat periode wisuda setiap tahun, yaitu Februari, Mei, Agustus, dan November. Menurutnya, tidak ada mahasiswa Fakultas Kehutanan angkatan 1980 yang mengikuti wisuda pada periode Februari yang menggunakan materai berwarna merah. "Jadi di Gadjah Mada itu ada empat kali wisuda. Ada Februari, Mei, Agustus, dan November. (Fakultas Kehutanan) Angkatan 1980 nggak ada yang wisuda Februari, yang merah itu nggak ada," ucapnya.
Mustoha juga menyebut bahwa klaim ijazah Jokowi bermaterai merah tidak sesuai dengan fakta. "Kalau bilang merah berarti bukan angkatan 1980, apalagi sama-sama wisuda Pak Jokowi, itu bohong," tuturnya.
Harta Kekayaan Mustoha Iskandar
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) milik Mustoha Iskandar tahun 2022, total harta sang komisaris mencapai Rp 22.736.596.232. Adapun dirinya memiliki hutang sebesar Rp 286.844.505. Untuk Kas dan Setara kas sebesar Rp 6.764.329.610. Surat Berharga dan harta bergerak lainnya senilai Rp. 2.000.000.000 dan Rp. 264.062.064.
Pembagian Harta Mustoha Iskandar
A. Tanah dan Bangunan
1. Tanah Seluas 530 m2 di KAB / KOTA CIAMIS, HASIL SENDIRI Rp. 265.000.000
2. Tanah Seluas 640 m2 di KAB / KOTA CIREBON, HASIL SENDIRI Rp. 192.000.000
... (lanjut hingga poin 26)
B. Alat Transportasi dan Mesin
1. MOBIL, SUZUKI ESCUDO Tahun 1997, HASIL SENDIRI Rp. 50.000.000
2. MOBIL, TOYOTA PICNIK Tahun 1999, HASIL SENDIRI Rp. 60.000.000
... (lanjut hingga poin 5)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar