Nama Ilham Jadi Perhatian, Diduga Pelaku Penempatan CPNS Luar Manokwari Selatan

Isu Kecurangan dalam Seleksi CPNS Kabupaten Mansel

Isu kecurangan dalam proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) mulai menyebar dan menjadi perhatian masyarakat, terutama para pencari kerja (pencaker) lokal. Nama seorang oknum yang berinisial Ilham kini menjadi sorotan utama, karena dugaan keterlibatannya dalam memengaruhi hasil seleksi.

Dugaan ini muncul setelah para pencaker menemukan adanya ketidakwajaran dalam daftar kelulusan. Banyak nama dari luar daerah yang berhasil lolos dalam 314 formasi CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mansel. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa pelamar-pelamar tersebut tidak memenuhi syarat administrasi lokal.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari perwakilan pencaker saat mendatangi kediaman salah satu anggota DPRK Mansel, nama Ilham disebut-sebut memiliki peran dalam mengatur alur administrasi dan penempatan "titipan" luar daerah. Beberapa poin yang menjadi dasar kecurigaan antara lain:

  • Adanya dugaan pengaturan dokumen kependudukan secara instan agar pelamar luar daerah bisa memenuhi syarat administrasi lokal.
  • Munculnya kecurigaan bahwa oknum tersebut memiliki akses atau pengaruh untuk meloloskan nama-nama tertentu meskipun kualifikasinya dipertanyakan oleh masyarakat lokal.

Salah satu anggota DPRK Mansel yang ikut saat menerima aspirasi pencaker, Joni Saiba menegaskan jika tindakan ini dinilai mencederai semangat otonomi khusus (Otsus) dan kebijakan afirmasi yang seharusnya memberikan ruang sebesar 80% bagi Orang Asli Papua (OAP).

Seorang pencaker menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti awal terkait keterlibatan oknum tersebut. Ia menegaskan bahwa nama Ilham terus muncul dalam penelusuran mereka. Ia menduga ada permainan di balik layar yang menyebabkan anak-anak asli Mansel tersingkir oleh orang dari luar yang dibawa masuk.

"Pihak kami minta pihak berwajib dan DPRK segera memanggil yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi secara terbuka," tegasnya.

Menanggapi nama oknum yang mulai viral tersebut, anggota DPRK Mansel, Joni Saiba bersama tiga rekannya sesama anggota dewan yang menerima aspirasi pencaker berjanji tidak akan tinggal diam. Pihak legislatif berencana mengagendakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan mengundang Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk menelusuri kebenaran isu tersebut.

Jika terbukti ada praktik "jual beli" atau manipulasi data yang melibatkan oknum bernama Ilham, DPRK menegaskan akan merekomendasikan sanksi berat dan meminta pembatalan hasil seleksi bagi pelamar yang terbukti masuk secara tidak prosedural.

Hingga berita ini diturunkan, pihak yang disebut sebagai Ilham belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan yang diarahkan kepadanya. Masyarakat Mansel kini menanti transparansi penuh dari pemerintah daerah guna menjaga kondusivitas dan keadilan di Bumi Sakti tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan