Narkoba di Balik Serangan AS ke Venezuela?

Operasi Militer Besar-besaran AS ke Venezuela

Amerika Serikat melakukan operasi militer besar-besaran terhadap Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Operasi ini dilakukan dengan cara mendadak dan menimbulkan reaksi dari berbagai pihak. Trump menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan upaya penegakan hukum terkait dugaan kejahatan narkoba. Namun, banyak pihak mengkritik operasi ini karena dinilai juga memiliki kepentingan minyak serta potensi memicu kekosongan kekuasaan di Venezuela.

Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat kini akan menempatkan Venezuela di bawah kendali sementara setelah Maduro ditangkap dan dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba. Dalam konferensi pers, ia menjelaskan bahwa pihaknya akan menjalankan negara tersebut sampai bisa dilakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana. Ia juga menyatakan bahwa tidak ingin ada pihak lain yang mengambil alih Venezuela tanpa mempertimbangkan kepentingan rakyat Venezuela.

Perusahaan Minyak AS Masuk ke Venezuela

Dalam masa pengambilalihan tersebut, perusahaan-perusahaan minyak besar asal Amerika Serikat akan masuk ke Venezuela untuk memperbaiki infrastruktur migas yang rusak parah. Venezuela dikenal memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, meski para ahli menilai pemulihan sektor tersebut bisa memakan waktu bertahun-tahun. Namun, fokus Trump pada minyak justru memunculkan pertanyaan. Beberapa pengkritik menilai narasi penegakan hukum narkoba digunakan untuk membenarkan operasi militer yang juga mencakup serangan rudal mematikan ke kapal-kapal yang dituding terlibat perdagangan narkoba.

Operasi penangkapan Maduro dilakukan secara mendadak pada Sabtu dini hari. Trump menyebut pasukan khusus AS menangkap Maduro di dekat salah satu rumah persembunyiannya, dalam operasi yang juga menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Caracas serta serangan ke instalasi militer Venezuela.

Penangkapan dan Pemindahan Maduro

Maduro dan istrinya, Cilia Flores, kemudian dibawa ke kapal Angkatan Laut AS di lepas pantai sebelum diterbangkan ke Amerika Serikat pada Sabtu malam. Maduro, yang sebelumnya telah didakwa di AS atas sejumlah tuduhan, termasuk konspirasi narkoterorisme, dijadwalkan menjalani sidang perdana di pengadilan federal Manhattan pada Senin. Sementara itu, Cilia Flores juga menghadapi dakwaan, termasuk konspirasi impor kokain.

Meskipun demikian, belum jelas bagaimana AS akan menjalankan kendali atas Venezuela. Trump juga tidak menjelaskan siapa yang akan memimpin Venezuela setelah AS menyerahkan kembali kendali. Di sisi lain, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez muncul di televisi nasional bersama para pejabat tinggi pemerintah dan menyebut penangkapan Maduro sebagai penculikan. “Kami menuntut pembebasan segera Presiden Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores,” kata Rodriguez. Ia menegaskan bahwa Maduro adalah satu-satunya presiden Venezuela. Pengadilan Venezuela kemudian menetapkan Rodriguez sebagai presiden sementara.

Penjelasan Trump dan Tindakan Militer

Trump sebelumnya telah menyinggung operasi terhadap Venezuela dalam wawancara radio pada Jumat (2/1), dengan mengatakan bahwa AS menyerang sebuah pabrik besar atau fasilitas besar yang terkait dengan dugaan perdagangan narkoba, tanpa menyebutkan lokasi atau memberikan rincian lebih lanjut. Pernyataan tersebut muncul di tengah peningkatan operasi militer AS di kawasan Karibia dan Pasifik timur sejak September, yang disebut sebagai bagian dari upaya pemberantasan perdagangan narkoba. Setidaknya 105 orang dilaporkan tewas dalam 29 serangan.

Operasi militer itu juga bertepatan dengan meningkatnya tekanan AS terhadap Venezuela, termasuk pemblokiran kapal tanker minyak, penyitaan kapal, serta peningkatan kehadiran militer di dekat perairan Venezuela. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan AS terhadap Venezuela bukan hanya terbatas pada penangkapan presiden, tetapi juga melibatkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat posisi AS di kawasan tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan