Nasib Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Terancam, Prabowo Sindir: Copot, Bisa Dihukum?

Nasib Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Terancam, Prabowo Sindir: Copot, Bisa Dihukum?

Bupati Aceh Selatan Diperiksa Karena Berangkat Umrah di Tengah Bencana

Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, kini menjadi sorotan setelah diketahui pergi beribadah umrah di tengah bencana banjir bandang yang melanda wilayahnya. Keputusan tersebut menimbulkan kontroversi karena dilakukan tanpa izin dari Gubernur Aceh maupun Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Akibatnya, Kemendagri telah menerjunkan tim inspektorat untuk memeriksa bupati tersebut.

Pemeriksaan oleh Tim Inspektorat

Menurut Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, tim inspektorat sudah melakukan pemeriksaan terhadap Mirwan MS. Ia menyampaikan bahwa bupati tersebut sudah kembali ke tanah air dan langsung diperiksa oleh inspektur khusus.

“Kementerian Dalam Negeri telah menerjunkan tim inspektorat dan hari ini kami mendapatkan informasi bupati Aceh Selatan telah tiba dan langsung dilakukan pemeriksaan oleh inspektur khusus,” ujar Bima dalam pernyataannya.

Peringatan dari Presiden Prabowo

Presiden Joko Widodo, atau lebih dikenal sebagai Prabowo Subianto, sebelumnya telah memberi peringatan kepada seluruh kepala daerah agar tidak meninggalkan wilayahnya ketika cuaca ekstrem dan potensi bencana meningkat. Aturan ini juga ditindaklanjuti oleh Mendagri Tito Karnavian dalam rapat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Bima menjelaskan bahwa kesalahan Mirwan bisa disebut sebagai kesalahan fatal. “Bupati, wali kota, itu kan pemimpin dari Forkopimda. Bersama-sama dengan Kapolres dan Dandim, ini mengoordinasikan langkah-langkah darurat di lapangan,” jelasnya.

Penyindiran keras oleh Prabowo

Dalam rapat terbatas (ratas) darurat di Lapangan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Prabowo menyindir keras Mirwan. Ia bahkan meminta Mendagri Tito untuk langsung memproses pencopotan Mirwan.

“Kalau ada yang mau lari, lari saja enggak apa-apa. Copot. Mendagri, bisa ya diproses?” tanya Prabowo.

“Bisa, Pak,” jawab Tito.

Prabowo menyebut sikap Mirwan jika dalam dunia militer, sama seperti desersi yang artinya tidak bisa ditoleransi. “Itu kalau tentara namanya desersi. Dalam keadaan bahaya, meninggalkan anak buah, waduh… itu enggak bisa.”

Tanpa Izin dari Gubernur dan Mendagri

Keberangkatan Mirwan MS umrah di tengah bencana banjir bandang di wilayahnya diketahui dilakukan tanpa seizin Gubernur Aceh maupun Mendagri. Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, mengaku tak pernah menandatangani surat izin Mirwan pergi ibadah umrah.

“Iya, tidak saya teken (izin perjalanan luar negeri. Walaupun Mendagri yang teken, ya udah itu terserah sama dia.)” kata Mualem.

Sementara itu, Benni Irwan, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, mengatakan Mirwan mengaku kepada Tito, dirinya memang tak mengantongi izin perjalanan luar negeri untuk berangkat umrah.

Klarifikasi Bupati Aceh Selatan

Mirwan MS mengklaim bahwa ia baru mengetahui ada penolakan dari Gubernur Aceh dalam hal pemberian izin perjalanan ke luar negeri setelah sudah tiba di Makkah. Ia menjelaskan bahwa gangguan listrik akibat bencana menyebabkan keterlambatan informasi.

“Surat dari Gubernur Aceh saya ketahui setelah saya berada di Tanah Suci. Informasi dari daerah juga terlambat diterima karena jaringan telekomunikasi dan listrik di Aceh Selatan sempat padam akibat gangguan listrik di Aceh,” jelas Mirwan.

Ia juga menyampaikan bahwa sebelum berangkat, ia sudah turun ke lapangan untuk meninjau korban banjir dan memastikan situasi wilayahnya terkendali. Situasi tersebut menjadi alasan ia tetap berangkat umrah untuk menunaikan nazar pribadinya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan