Peristiwa Intimidasi terhadap Warga yang Mengkritik Infrastruktur Jalan Rusak
Holis Muhlisin, seorang warga Kampung Babakangadoh RT01 RW06, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi sorotan setelah mengalami intimidasi dari keluarga kepala desa (kades) setempat. Kejadian ini bermula ketika Holis membagikan video yang menunjukkan kondisi jalan rusak di wilayahnya melalui media sosial. Hal ini membuatnya menjadi perhatian publik dan mendapat respons dari berbagai pihak.
Awal Mula Viralnya Video Intimidasi
Holis viral setelah videonya yang menunjukkan dirinya dimaki-maki oleh keluarga kades beredar luas. Dalam video tersebut, ia terlihat dianiaya secara verbal oleh beberapa anggota keluarga kades, termasuk istri, anak, menantu, dan keponakan. Mereka tidak terima dengan unggahan Holis tentang kondisi jalan rusak di Desa Panggalih.
Video ini ditonton lebih dari satu juta netizen di akun Facebook milik Holis. Ia mengungkapkan bahwa kejadian itu terjadi pada tanggal 27 Oktober 2025, dan kemudian ia mempostingnya pada 31 Desember 2025. Menurut Holis, awal mula kejadian tersebut adalah saat ia ingin bertemu seseorang di wilayah desanya untuk membicarakan urusan akun Facebook. Namun, pertemuan tersebut berlangsung di halaman rumah sang kepala desa.
Pengalaman Habis Diancam dan Diintimidasi
Dalam peristiwa tersebut, Holis mengaku sempat mengalami kekerasan berupa cekikan di leher dan pukulan di punggungnya. Ia menyebut bahwa tindakan intimidasi dilakukan oleh keluarga kades karena tidak terima dengan unggahannya. "Saya sebagai korban tidak enak digituin sama orang lain. Saya melakukam (posting video) untuk kemajuan desa," ujar Holis.
Ia juga menjelaskan bahwa video tersebut direkam oleh temannya yang sebelumnya sudah janji dengan dirinya. Dalam video tersebut, dua laki-laki dan satu perempuan terus memaki-makinya tanpa memberi kesempatan bagi Holis untuk menjelaskan atau membela diri.
Kondisi Jalan yang Memprihatinkan
Holis adalah seorang pedagang telur keliling yang setiap hari berkeliling dari kampung ke kampung. Dalam aktivitasnya, ia sering melintasi jalan-jalan yang rusak, berlubang, dan sulit dilalui. Ia mengatakan bahwa kondisi jalan tersebut tidak hanya menyulitkan dirinya saat berdagang, tetapi juga berisiko merusak kendaraan.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Holis kerap mengunggah kekhawatirannya tentang kondisi jalan melalui media sosial. Tujuannya adalah agar keluhan ini dapat menjadi perhatian pihak terkait, termasuk pemerintah desa, agar segera dilakukan perbaikan. "Tidak hanya untuk saya sendiri, tapi demi kemajuan desa dan masyarakat desa," tambahnya.
Dipanggil BPD untuk Klarifikasi
Sebelum kejadian intensif, Holis mengaku dipanggil oleh Badan Permusyawatan Desa (BPD) Panggalih untuk klarifikasi terkait unggahannya di Facebook soal jalan rusak. Dalam pertemuan tersebut, BPD mengingatkan Holis agar mengkritik secara santun tanpa menyebutkan nama desa. Meski takut, Holis tetap memposting karena mengingat pesan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengajak warga untuk mengunggah pembangunan di desa.
Respons dari Gubernur Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut merespons video viral tersebut. Ia mengingatkan pemerintah setingkat desa hingga rukun warga agar tidak pernah melakukan intimidasi terhadap warga yang melakukan kritik pembangunan yang belum berkeadilan. Dedi menegaskan bahwa dalam dunia yang sudah serba terbuka, aparat harus menerima kritik dengan lapang dada.
"Kita ini aparat, kalo ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan, harus kita terima dengan lapang dada," ujarnya dalam unggahan Instagram pribadinya, Sabtu (3/1/2026) malam.
Dedi juga meminta semua pihak untuk berusaha melakukan perubahan dan perbaikan. Ia berharap peristiwa di Kecamatan Cisewu tidak kembali terjadi di kemudian hari. Ia memerintahkan pemerintah di Cisewu dan Bupati Garut agar melakukan rekonsiliasi dan perbaikan pembangunan.
Persiapan Bertemu Gubernur
Holis mengaku sedang bersiap-siap berangkat ke Lembur Pakuan untuk bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia menyebut bahwa dirinya ditelpon ajudan untuk menghadap Pak Gubernur Dedi Mulyadi malam ini. Meski belum tahu apa yang akan dibahas, Holis tetap berharap bisa mendapatkan dukungan dari gubernur untuk kemajuan desanya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar