Nasib Pilu Anak Magang Terra Drone yang Meninggal di Usia Muda

Nasib Pilu Anak Magang Terra Drone yang Meninggal di Usia Muda

Nasib Pilu Atinia, Siswi Magang yang Tewas dalam Kebakaran Gedung Terra Drone

Kabar duka datang dari keluarga Atinia, seorang siswi magang berusia 18 tahun yang menjadi korban tewas dalam kebakaran gedung PT Terra Drone Indonesia. Insiden tragis ini terjadi pada Selasa (9/12/2025) di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Atinia, yang baru saja menjalani program magang selama dua bulan, meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

Keluarga Masih Menunggu Penjelasan dari Perusahaan

Sejak kejadian tersebut, keluarga korban masih menunggu penjelasan dari pihak perusahaan mengenai kronologi kebakaran yang merenggut nyawa Atinia. Hingga hari Jumat (12/12/2025), belum ada satu pun perwakilan dari Terra Drone yang menghubungi atau menemui keluarga. Hal ini membuat mereka merasa bingung dan kecewa karena tidak mendapatkan informasi jelas tentang kematian putri mereka.

Rofi, kakak dari Atinia, menyampaikan bahwa orangtua mereka belum menerima bentuk komunikasi apa pun dari pihak perusahaan. Bahkan, ponsel milik Atinia yang diharapkan bisa memberikan petunjuk tentang kontak terakhirnya, masih belum dapat diakses. "Handphone adik saya belum bisa dibuka, dan dari pihak keluarga pun belum menerima informasi apa pun," ujar Rofi.

Biaya Pemakaman Ditanggung Sendiri

Seluruh proses pemakaman Atinia ditanggung oleh keluarga sendiri karena belum ada bantuan dari pihak perusahaan. Rofi menyebutkan bahwa hanya biaya ambulans dari RS Polri yang ditanggung, sedangkan sisa biaya lainnya ditanggung oleh keluarga. "Selebihnya kami tanggung sendiri," jelasnya.

Atinia Isnaini Rashidah menjadi salah satu korban tewas dalam kebakaran tersebut. Ia diketahui baru menjalani program magang selama dua bulan di perusahaan tersebut. Awalnya, keluarga tidak mengetahui adanya kebakaran. Mereka mulai panik ketika Atinia tidak bisa dihubungi sejak siang hari. "Jam 12 siang masih ada kabar. Tapi jam 7 malam orangtua saya bingung karena tidak ada kabar," ujarnya.

Setelah mencari informasi melalui Google, keluarga mengetahui bahwa tempat kerjanya terbakar. Mereka langsung pergi ke lokasi Terra Drone dan kemudian diarahkan ke instalasi forensik RS Polri Kramat Jati.

Duka yang Mendalam

Duka yang dirasakan oleh keluarga sangat mendalam. Mereka kehilangan putri mereka tanpa mengetahui detail lengkap tentang kejadian yang terjadi. Tidak hanya itu, mereka juga harus menghadapi kesedihan sambil menanggung beban finansial pemakaman sendiri.

Kejadian ini memicu pertanyaan besar mengenai tanggung jawab perusahaan terhadap karyawan magang yang menjadi korban. Bagaimana proses investigasi dilakukan? Apakah ada standar keselamatan yang tidak terpenuhi? Pertanyaan-pertanyaan ini masih belum mendapatkan jawaban dari pihak perusahaan.

Harapan untuk Kejelasan

Keluarga berharap pihak perusahaan segera memberikan penjelasan yang jelas dan transparan mengenai insiden tersebut. Mereka juga berharap ada tindakan yang lebih baik dari pihak perusahaan dalam menangani kejadian serupa di masa depan.

Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari pihak Terra Drone. Namun, keluarga tetap berharap agar keadilan dapat ditegakkan dan semua pihak terkait bertanggung jawab atas tindakan mereka.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan