Nasib Tragis Dua Atlet Paralayang Bandung yang Tewas Tenggelam di Pangandaran

Tragedi Maut dalam Kegiatan Terjun Payung di Pangandaran

Sebuah kejadian tragis terjadi dalam kegiatan olahraga terjun payung di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Dua atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung dinyatakan meninggal dunia setelah jatuh ke laut saat mengikuti Kejurda Porprov Jabar di sekitar Bandara Nusawiru.

Insiden ini terjadi akibat perubahan arah dan kecepatan angin yang tiba-tiba saat penerjunan berlangsung. Perubahan cuaca tersebut menyebabkan para penerjun kehilangan kendali dan keluar dari Drop Zone (DZ) yang telah ditentukan. Dari lima atlet yang turut serta dalam kegiatan tersebut, dua di antaranya jatuh ke perairan laut, sementara tiga lainnya berhasil melakukan pendaratan darurat.

Korban dan Penyelidikan

Korban meninggal dunia adalah Rusli (64 tahun) dan Widiasih (58 tahun), keduanya berasal dari Kabupaten Bandung. Sementara itu, tiga atlet lainnya yang selamat adalah Khudlori, Muhammad Almuthofa, dan Karni. Ketiganya kini sedang mendapatkan penanganan medis.

Polres Pangandaran telah menghentikan sementara kegiatan terjun payung untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan menyampaikan bahwa perubahan arah dan kecepatan angin pada ketinggian sekitar 10.000 feet menjadi penyebab utama kejadian ini.

Tanggapan dari Komunitas Olahraga

Ketua Umum KONI Jabar, Budiana, membenarkan adanya kejadian ini. Ia menilai kedua korban merupakan atlet senior yang sudah terbiasa mengikuti berbagai kejuaraan baik single maupun multi event. Menurutnya, tidak ada pembatasan usia dalam cabang olahraga terjun payung.

Budiana menegaskan bahwa KONI Jabar akan memberikan perhatian serius terhadap insiden ini. Pihaknya juga akan memastikan bahwa KONI Kabupaten Bandung melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan prinsip kemanusiaan.

Kesaksian Nelayan

Seorang nelayan setempat, Dadan Hidayat (51), menjadi saksi mata kejadian ini. Ia menceritakan bahwa awalnya ia melihat empat orang penerjun di udara. Namun, dua di antaranya menunjukkan gerak turun yang tidak wajar meski parasut mereka terlihat mengembang.

Menurut Dadan, salah satu korban tenggelam sebelum bantuan sempat menjangkau posisinya. Sementara korban lainnya ditemukan oleh perahu yang datang untuk mengevakuasi.

Upaya Evakuasi dan Kondisi Korban

Upaya evakuasi dilakukan oleh tim gabungan SAR, TNI, Polri, dan relawan. Setelah pencarian berjam-jam yang penuh ketegangan, kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas olahraga ekstrem.

Penghormatan terhadap Korban

Tragedi ini membuat dunia olahraga kedirgantaraan Indonesia berduka. Seluruh pihak berkomitmen untuk memberikan penghormatan kepada almarhum, terutama atas kontribusi mereka dalam perkembangan olahraga terjun payung di Jawa Barat dan nasional.

Pihak berwenang akan terus memantau situasi dan memastikan keamanan dalam kegiatan olahraga yang akan datang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan