Netty: 55 Juta Anak Dapat Layanan MBG, Mutu Edukasi Gizi Jadi Prioritas

Netty: 55 Juta Anak Dapat Layanan MBG, Mutu Edukasi Gizi Jadi Prioritas

Komitmen BGN untuk Peningkatan Kualitas Layanan SPPG dalam Program Makan Bergizi Gratis

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyambut baik komitmen Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026. Menurutnya, langkah tersebut penting seiring perluasan cakupan MBG yang akan menjangkau puluhan juta penerima manfaat.

“Setelah fondasi program dibangun secara masif pada 2025, fokus pada peningkatan kualitas layanan di 2026 adalah arah yang tepat. Skala program yang besar harus diimbangi dengan mutu layanan dan keamanan pangan yang terjaga,” ujar Netty di Jakarta, Jumat 2 Januari 2026.

Netty menilai capaian pembangunan ribuan SPPG sepanjang 2025 merupakan kerja besar yang patut diapresiasi. Namun demikian, ia menekankan bahwa tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh SPPG beroperasi dengan standar yang seragam, higienis, dan ramah bagi anak serta kelompok rentan lainnya.

“Pelayanan gizi bukan hanya soal jumlah penerima, tetapi juga soal kualitas makanan, kebersihan dapur, kompetensi petugas, dan sistem pengawasan yang konsisten,” katanya.

Ia juga mendukung rencana pemerintah memperkuat edukasi gizi kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan MBG. Menurut Netty, edukasi gizi penting agar program ini tidak berhenti pada pembagian makanan, tetapi juga membentuk pola konsumsi sehat jangka panjang.

“Edukasi gizi harus berjalan beriringan dengan layanan MBG. Anak dan keluarga perlu dibekali pemahaman tentang makanan sehat agar dampak program ini berkelanjutan. Pelaksanaan MBG harus terus dikawal agar penguatan kualitas SPPG benar-benar berjalan efektif, termasuk dalam aspek keamanan pangan, pendampingan sumber daya manusia, dan koordinasi dengan pemerintah daerah," katanya.

Pentingnya Kolaborasi antara Pusat dan Daerah

Netty menegaskan bahwa MBG adalah investasi besar bagi masa depan sumber daya manusia Indonesia. Dengan peningkatan kualitas layanan dan kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah, diharapkan program ini dapat memberi manfaat optimal bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak Indonesia.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan MBG meliputi:

  • Kualitas layanan: Memastikan semua SPPG beroperasi dengan standar yang seragam dan higienis.
  • Keamanan pangan: Memastikan makanan yang disajikan aman dan sesuai dengan standar kesehatan.
  • Kompetensi petugas: Melatih dan meningkatkan kemampuan tenaga yang bertugas di SPPG.
  • Sistem pengawasan: Membentuk mekanisme pengawasan yang konsisten dan efektif.

Selain itu, Netty menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa program MBG dapat berjalan secara merata dan efisien di seluruh wilayah Indonesia.

Peran Edukasi Gizi dalam Program MBG

Edukasi gizi menjadi salah satu elemen utama dalam menjaga keberlanjutan program MBG. Netty mengatakan bahwa edukasi gizi harus berjalan bersamaan dengan layanan MBG agar masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga, memiliki pemahaman yang cukup tentang makanan sehat.

  • Membentuk pola konsumsi sehat: Edukasi gizi membantu masyarakat memahami pentingnya makanan bergizi dan cara mengonsumsinya secara seimbang.
  • Mendorong kesadaran masyarakat: Dengan edukasi yang tepat, masyarakat lebih sadar akan kebutuhan gizi mereka dan keluarganya.
  • Meningkatkan partisipasi aktif: Edukasi gizi juga bisa mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam mengikuti program MBG dan menjaga kesehatan secara mandiri.

Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan

Meski ada banyak harapan, Netty juga menyadari bahwa masih ada tantangan dalam menjalankan program MBG. Salah satunya adalah memastikan bahwa semua SPPG beroperasi dengan standar yang sama. Selain itu, perlu adanya dukungan yang kuat dari pemerintah daerah dan lembaga terkait.

Dalam konteks ini, Netty menyarankan agar pemerintah terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas layanan SPPG. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa program MBG dapat mencapai tujuannya, yaitu meningkatkan kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak Indonesia.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan