Nixon Napitupulu: Ratu Maxima Belanda Kagumi Inovasi BTN Bayar Cicilan

Kunjungan Ratu Maxima ke Kawasan Hunian BTN di Bekasi

Ratu Maxima dari Kerajaan Belanda melakukan kunjungan ke kawasan hunian BTN di Perumahan Gran Harmoni Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu, 26 November 2025. Dalam kapasitasnya sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Kesehatan Keuangan (UNSGSA), Ratu Maxima meninjau langsung berbagai inovasi yang dilakukan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Salah satu program unggulan yang mendapat apresiasi khusus adalah inisiatif "Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu". Program ini memungkinkan masyarakat mengurangi cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan menukarkan sampah rumah tangga. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa program ini dinilai sebagai terobosan inklusi keuangan hijau yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus mengurangi beban sampah nasional.

"Program bertajuk 'Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu' ini dinilai sebagai terobosan inklusi keuangan hijau yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga berpenghasilan rendah (MBR), sekaligus mengurangi beban sampah nasional di tingkat unit masyarakat terkecil," kata Nixon saat memberi Kuliah Umum dan Pemebekalan Universitas Diponegoro 2025: Membangun Generasi Tangguh, Cerdas, dan Berintegritas untuk Indonesia Emas 2025 di Lt 2 Muladi Dome Tembalang Semarang, Senin (2/12/2025).

Dalam materi Green Financing in The Digital Era for a Sustainable Economy, Nixon menjelaskan bahwa kepemilikan saham BTN tidak hanya dimiliki oleh WNI, tetapi juga oleh orang asing. Hal ini membuatnya harus menemui para pemilik saham baik dalam maupun luar negeri.

"Kadang saya harus ke London, ke New York, atau ke tempat lain untuk bertemu dengan para pemilik saham BTN di luar negeri," ujarnya.

Nixon menambahkan bahwa program tersebut menjadi salah satu poin yang dilihat oleh Ratu Maxima dalam kunjungannya ke Indonesia sebagai wujud peran aktif BTN di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik (ESG).

"Dari sisi ESG, ini tahun kedua kita sangat aktif mendorong project ESG dengan sampah rumah tangga dikumpulkan dan dikonversi menjadi rupiah, kemudian masuk ke tabungan untuk mengurangi angsuran yang bisa mencapai 10-15 persen per bulan. Jadi, kalau angsurannya sekitar Rp1,1-1,2 juta per bulan, nasabah bisa menabung dari sampah rumah tangga sekitar Rp100.000-200.000 per bulan. Ini sekaligus membantu negara, bumi, dan lingkungan agar lebih bersih dan green," ujarnya lagi.

Menurut Nixon, setiap keluarga Indonesia rata-rata menghasilkan hingga empat kilogram sampah per hari. Sampah yang selama ini dianggap beban ternyata punya nilai ekonomi. Melalui program ini, sampah dipilah, ditimbang, dan dikonversi menjadi tabungan untuk mengurangi cicilan rumah. Semakin rajin memilah, semakin ringan cicilan mereka.

Sementara itu, program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu” telah diterapkan di beberapa lokasi. Hingga akhir 2026, BTN membidik akan melaksanakan program tersebut di 100 titik di Pulau Jawa.

Pengembangan Rumah Rendah Emisi

Selain itu, Ratu Maxima juga mengunjungi rumah rendah emisi yang dibiayai dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi. Ia juga meninjau langsung akad massal KPR Subsidi bagi berbagai golongan pekerja, termasuk pekerja informal seperti sopir taksi dan pengusaha barang bekas.

Nixon melanjutkan, pengembangan pembiayaan rumah rendah emisi BTN memiliki peta jalan (roadmap) jangka panjang. BTN menargetkan pembangunan 150 ribu unit rumah rendah emisi pada tahun 2029. Untuk tahap awal, BTN menjalankan proyek percontohan yang melibatkan delapan pengembang dengan total 1.317 unit rumah yang telah dibangun dan dipasarkan.

"Secara bertahap, akan ada 150 ribu rumah dengan 30 persen porsi penggunaan material eco-friendly yang dibiayai BTN hingga 2029," ujar Nixon pula.

Rektor Undip Suharnomo menjelaskan bahwa hubungan Undip dan BTN sangat erat. "Alhamdulillah, BTN memberikan CSR dalam bentuk mobil operasional untuk Undip dan mobil ambulan. BTN sangat konsen terhadap Undip," katanya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan