
Warga Korban Banjir Bandang Batangtoru Rayakan Tahun Baru dengan Nonton Bareng
Warga Desa Garoga dan Huta Godang, yang menjadi korban banjir bandang di Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), merayakan malam pergantian tahun baru dengan nonton bareng. Perayaan ini menjadi momen haru bagi warga yang kini tinggal di posko pengungsian.
Sudah 37 hari warga Garoga dan Huta Godang bertahan di posko pengungsian pertama yang dibangun oleh PT Agincourt Resources dalam bencana banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025. Meski kondisi mereka masih sangat sulit, perayaan tahun baru memberikan sedikit kebahagiaan.
Rencananya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto akan hadir langsung di tengah anak-anak pengungsi korban di Desa Batu Hula pada malam 31 Desember 2025. Prabowo dikabarkan akan ikut serta dalam nonton bareng bersama para pengungsi sambil menikmati malam pergantian tahun menuju 2026.
Perluasan akses informasi dan hiburan telah disiapkan oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dengan menghadirkan mobil video elektronik milik Dinas Kominfo. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh pengungsi dapat ikut merayakan momen spesial ini.
Mastika Tanjung, seorang warga Garoga, berharap kehadiran Prabowo di Batangtoru bisa menjadi penyemangat bagi rakyat yang saat ini sedang menderita akibat kehilangan rumah hingga saudara. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pak Prabowo atas kehadirannya yang ingin melihat langsung kondisi rumahnya yang rusak dan hilang di Garoga.
"Kami berterima kasih kepada Pak Prabowo kehadirannya melihat langsung rumah kami yang sudah rusak dan hilang di Garoga. Semoga kebijakannya memang mengedepankan kepentingan rakyat," ujar Mastika.
Ia menjelaskan bahwa ia sebenarnya tidak ingin pindah dari rumahnya dan berharap pemerintah memberikan izin untuk tetap menempatinya bersama keluarga. "Rumah kami memang sebenarnya masih bisa ditempati, tapi pemerintah menganjurkan kami tidak boleh lagi tinggal di sana karena kondisinya sudah masuk zona merah," ucapnya.
Mastika juga menaruh harapan besar kepada pemerintah mencari solusi untuk warga agar bisa tetap tinggal di kampung halaman mereka. "Maunya adalah solusi seperti bangun bendungan, atau tanggul agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jujur saya meninggal kampung ini sangat berat," kata Mastika.
Aspirasi untuk Melanjutkan Pendidikan
Sementara itu, Aisyah Panggabean, warga Huta Godang, menyampaikan harapan kepada Prabowo agar memberinya kemudahan dalam segi biaya sekolah. Aisyah merupakan siswa kelas 3 di SMKN 1 Lumut, Tapanuli Tengah (Tapteng).
"Rumahku sudah hancur, barang-barang semua juga hanyut. Aku mau tetap lanjut sekolah. Sawah kami juga begitu. Orangtua gak punya pencarian lagi," ujarnya.
Aisyah bersama orangtuanya sudah 37 hari bertahan hidup di posko pengungsian Batu Hula bersama warga lain senasib dengan mereka. "Pokoknya aku berharap bisa lanjut sekolah sampai lulus. Memang ada rencana kuliah, tapi kalau begini kondisinya, tamat sekolah langsung kerja saja," pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar