Novi Rizki Dikritik Saat Pakaian Santai Tinjau Korban Banjir

Novi Rizki Dikritik Saat Pakaian Santai Tinjau Korban Banjir

Penampilan Novi Rizki Saat Menyalurkan Bantuan Menuai Kritik

Penampilan pedangdut Novi Rizki saat menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Sumatra menuai perhatian netizen. Meskipun ia mengatakan bahwa pakaian yang dikenakannya masih dalam kategori wajar, banyak orang mengkritik penampilannya karena dinilai tidak sesuai dengan kondisi bencana.

Novi Rizki menyampaikan bahwa banyak komentar negatif yang muncul dari netizen terkait pakaian yang ia kenakan. Ia mengaku kaget dengan respons yang datang. Dalam unggahan Instagramnya @novirizkiyanti, ia menampilkan aksi sosialnya di lokasi terdampak bencana. Ia tampil trendi dengan baju pink dan kuning menyala.

Namun, penampilannya tersebut justru menuai cibiran dari sebagian netizen. Mereka menuding bahwa busana yang dikenakannya terlalu ketat untuk digunakan di area bencana. Novi Rizki menjelaskan bahwa pakaian yang ia gunakan masih dalam tahap wajar. Ia juga menyebutkan bahwa suhu udara di Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, cukup panas dan membuatnya merasa gerah.

Baju yang dikenakannya memang didesain untuk menyerap panas, sehingga membuatnya tetap nyaman. “Bahannya adem gitu, enggak tipis, kok. Tapi mungkin karena aku lagi semok badannya, jadi kelihatan ketat. So far aku pakai baju lengan panjang dipadu celana jins,” terang Novi.

Ia lebih memilih fokus pada tugasnya sebagai relawan daripada meladeni komentar-komentar negatif. “Karena menurutku, fokusnya aku datang ke sana menyalurkan bantuan. Mari kita fokuskan membantu korban bencana. Bukan malah melenceng jadi ke persoalan baju,” ujarnya.

Bantuan yang Diberikan oleh Novi Rizki

Novi Rizki bersama komunitasnya, Squad Sosialita, datang ke lokasi bencana pada 16-20 Desember 2025. Kedatangan mereka bertujuan untuk menyalurkan bantuan sembako, seperti beras, mi instan, roti, dan sarden. Selain itu, mereka juga memberikan pakaian dan obat-obatan seperti tolak angin serta minyak kayu putih.

“Pokoknya semua keperluan mereka coba kita bantu,” kata Novi.

Data Korban Banjir Sumatera

Banjir yang melanda tiga provinsi di Sumatera kini telah menelan korban jiwa sebanyak 1.157 orang. Berdasarkan data sementara dari BNPB, jumlah ini meningkat dari sebelumnya 1.154 jiwa. Update data terbaru disampaikan oleh BNPB pada Kamis (1/1/2026).

Menurut data yang dirilis, korban meninggal terbanyak berada di Aceh dengan jumlah 530 orang, disusul Sumut dengan 365 orang, dan Sumbar dengan 262 orang. Korban hilang masih ada sebanyak 165 orang, dengan rincian 31 orang di Aceh, 60 orang di Sumut, dan 74 orang di Sumbar.

Jumlah pengungsi mencapai 380.360 orang. Terbanyak di Aceh dengan 365.655 orang, disusul Sumut sebanyak 13.770 orang, dan Sumbar 9.935 orang.

Pemerintah saat ini masih terus berupaya melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak serta menyalurkan bantuan ke masyarakat terdampak. Sejauh ini, sudah ada 23 Kabupaten/Kota yang telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan. Total ada 6 daerah di Aceh, 8 daerah di Sumut, dan 9 daerah di Sumbar.

Penutup

Meski penampilan Novi Rizki menuai kritik, ia tetap fokus pada tujuan utamanya, yaitu membantu korban banjir. Dengan bantuan yang diberikan, harapan besar diucapkan agar para korban bisa segera pulih dan bangkit dari bencana ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan