
Fokus Wilayah dalam Pencegahan Stunting
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) serta Kepala BKKBN, Wihaji, menyampaikan bahwa dua wilayah menjadi fokus utama dalam pencegahan stunting. Wilayah tersebut adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat. Alasannya adalah Jawa Barat memiliki jumlah penduduk terpadat, sedangkan NTT memiliki kasus stunting tertinggi di Indonesia.
"Secara daerahnya Jawa Barat dan NTT karena memang kita prioritaskan. Bukan berarti semuanya tidak prioritas, tetapi lebih kepada Jawa Barat karena jumlah penduduknya paling banyak, NTT karena memang prevalensi stuntingnya memang tinggi," ujarnya pada acara Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting) Collaboration Summit 2025 pada 10 Desember 2025.
Program Genting dengan Empat Menu Utama
Wihaji menjelaskan bahwa program Genting dapat dikerjakan oleh orang tua asuh dengan mengedepankan empat menu. Menu ini bisa dipilih sesuai kebutuhan di lokasi yang menghadapi masalah stunting.
"Kita siapkan empat menu; satu, siapa yang mau memberi asupan gizi; siapa yang mau memberi air bersih; siapa yang mau memberi edukasi; kemudian siapa yang mau memberi sanitasi. Dari situ, silahkan pilih apa yang dikerjakan oleh orang tua asuh, silakan bisa membantu melalui program orang tua asuh," jelasnya.
Target Penurunan Angka Stunting
Selain itu, Wihaji menyampaikan bahwa Indonesia sedang berusaha menurunkan angka stunting dengan target mencapai 18 persen pada 2025.
"Ketahanan keluarga dimulai dari penurunan stunting. Jika kita bisa menjamin penurunan stunting merata di seluruh wilayah, maka keluarga Indonesia akan bahagia," ucap Wihaji.
Peran Orang Tua Asuh
Di sisi lain, Wihaji menjelaskan bahwa orang tua asuh dalam pencegahan stunting sebagian berasal dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau korporasi lain. Meskipun pemerintah sudah memiliki Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mencegah stunting dengan fokus anak usia 0-2 tahun, program ini masih belum efektif karena berbagai faktor seperti masalah air bersih.
"Ada beberapa korporasi yang memberikan asupan gizi, maka, meski sudah ada MBG, ada beberapa yang memang belum di-cover di pulau-pulau terpencil yang hari ini masih membutuhkan karena ternyata ada yang butuh air bersih. Maka, ada korporasi yang membantu air bersih, PTPN misalnya, di wilayah-wilayah perkebunan dekat-dekat itu ternyata ada keluarga risiko stunting (KRS) yang butuh air bersih, PTPN membantu," jelas dia.
Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi
Terakhir, Wihaji menyampaikan bahwa program Genting bisa mengajak beberapa perguruan tinggi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana masalah stunting bisa dicegah. Tujuannya adalah untuk menambah pengetahuan serta kewaspadaan terhadap stunting. Dengan kolaborasi ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar