Nurhasanah, Pegawai Kecamatan yang Urus 12 Anak, Kini Jadi PNS

Nurhasanah, Pegawai Kecamatan yang Urus 12 Anak, Kini Jadi PNS

Perjalanan Nurhasanah, Ibu dengan 12 Anak yang Berjuang untuk Keluarga

Nurhasanah (50) adalah seorang ibu dari 12 anak yang tinggal di Dusun Barakkao, Desa Polewali, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone. Sebagai tulang punggung keluarga, ia menjalani kehidupan yang penuh tantangan. Tidak hanya harus mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, Nurhasanah juga bekerja sebagai pegawai di Kantor Kecamatan Kajuara.

Setelah bekerja selama 10 tahun sejak 2015, Nurhasanah akhirnya resmi menjadi pegawai Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu pada Rabu (24/12/2025). Keberhasilannya ini menarik perhatian Bupati Bone, Andi Sulaiman, saat penerimaan SK PPPK. Dalam acara tersebut, Bupati meminta para peserta PPPK untuk mengangkat tangan jika memiliki anak lebih dari 10 orang. Nurhasanah awalnya ragu, namun akhirnya memberanikan diri setelah didorong oleh teman-temannya.

Ia kemudian diminta maju ke podium untuk bercerita langsung kepada Bupati. Nurhasanah menceritakan bahwa ia memiliki 12 anak, dengan usia tertua 30 tahun dan yang paling muda berusia 10 tahun. Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Bone memberikan hadiah satu unit sepeda motor kepada Nurhasanah.

Pada Kamis (25/12/2025), jurnalis Tribun-Timur, Taqwa Ainun, mendatangi kediaman Nurhasanah. Saat tiba di rumah kayu dengan ukuran 6 x 7 meter, ia disambut oleh anak bungsu Nurhasanah. Setelah diperkenalkan, Nurhasanah mempersilakan jurnalis masuk ke dalam rumahnya.

Dengan mengenakan daster hitam, ia menceritakan kesehariannya sebagai tulang punggung keluarga. Ia biasanya naik ojek atau menumpang orang lain ke Kantor Camat Kajuara, karena jarak rumahnya hanya sekitar satu kilometer. Biaya ojek sebesar Rp5 ribu per hari menjadi pengeluaran tambahan bagi keluarganya.

Suaminya, Andi Muksin (67), adalah pensiunan pegawai honorer di Kantor Camat Kajuara. Namun, setelah menderita penyakit stroke, ia kini hanya bisa tinggal di rumah. Sebelum terangkat menjadi PPPK paruh waktu, gaji Nurhasanah hanya Rp500 per bulan. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia harus bekerja sebagai tukang masak di acara hajatan di kampung.

Lima dari anaknya sudah menikah, sehingga Nurhasanah tinggal bersama 13 anggota keluarga, termasuk cucu-cucunya. Ia juga sering membantu keperluan keluarga dengan bekerja sebagai tukang masak ketika ada acara kampung. Ia mengaku sangat bersyukur karena kini telah menjadi PPPK meski masih paruh waktu.

“Alhamdulillah, meski masih paruh waktu setidaknya ada kenaikan gaji minimal Rp1 juta,” ujarnya sambil tersenyum.

Kehidupan Harian yang Penuh Tanggung Jawab

Setiap pagi, Nurhasanah bangun lebih awal sebelum sholat subuh. Ia mulai memasak untuk anak-anaknya sebelum berangkat ke kantor. Proses ini menjadi bagian dari rutinitasnya yang melelahkan, tetapi ia tetap berusaha menjalani semua tanggung jawab dengan sabar dan tekad.

Meski hidupnya tidak mudah, Nurhasanah tetap optimis. Ia percaya bahwa dengan kerja keras dan dukungan dari keluarga serta pemerintah, kehidupan keluarganya akan semakin baik. Keberhasilannya menjadi PPPK menjadi bukti bahwa usaha dan ketekunan dapat membuahkan hasil yang positif.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan