UNGARAN, berita
Seorang individu dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengamuk di Jalan Palagan Ngrawan, Kabupaten Semarang, pada hari Kamis (11/12/2025) sore. Peristiwa ini terjadi di sekitar jalan raya BawenYogyakarta, tepatnya di depan Pasar Hewan Bawen. Aksi ODGJ tersebut sempat memicu kemacetan lalu lintas dan menimbulkan kekhawatiran bagi warga dan pengendara yang melintas.
Karena ODGJ tersebut membawa senjata tajam, warga dan pengendara tidak berani mendekat karena takut menjadi korban. Kejadian ini juga viral di media sosial, namun aksi ODGJ tersebut tidak berlangsung lama. Setelah petugas kepolisian tiba di lokasi, bersama dengan bantuan warga setempat, ODGJ tersebut berhasil diamankan.
Menurut Kapolsek Bawen Polres Semarang AKP Wiwid Wijayanti, ODGJ tersebut diidentifikasi memiliki inisial AJ (39), yang merupakan warga dari Ngrawan Kidul, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Dari keterangan warga, AJ diketahui mengalami depresi dan sering terdiam di lingkungan sekitarnya.
"Di lingkungan tempat tinggalnya, AJ memang dikenal mengalami depresi dan sering terdiam. Namun kurang diketahui jelasnya, kenapa AJ bisa membawa sajam dan mengamuk di seputaran pasar hewan Bawen," ujar Wiwid.
Tidak Ada Korban, AJ Dirujuk ke RSJ
Menurut Wiwid, tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Petugas telah melakukan asesmen terhadap AJ bersama dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Puskesmas Bawen. Setelah berkoordinasi dengan keluarga dan perangkat desa, AJ kemudian dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Soerojo Magelang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait kejadian ini:
- Identitas ODGJ: AJ (39), warga Ngrawan Kidul, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.
- Lokasi kejadian: Jalan Palagan Ngrawan, dekat Pasar Hewan Bawen.
- Aksi ODGJ: Mengamuk dengan membawa senjata tajam, menyebabkan kemacetan lalu lintas.
- Respons petugas: Petugas kepolisian tiba di lokasi dan berhasil mengamankan ODGJ setelah dibantu oleh warga.
- Tidak ada korban: Tidak ada luka atau cedera yang dilaporkan selama proses evakuasi.
- Penanganan medis: AJ dirujuk ke RSJ dr. Soerojo Magelang untuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
Kejadian ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara aparat keamanan, tenaga kesejahteraan sosial, dan masyarakat dalam menangani situasi darurat yang melibatkan individu dengan gangguan jiwa. Selain itu, kejadian ini juga menjadi peringatan akan perlunya pemantauan dan dukungan psikologis yang lebih baik bagi masyarakat yang mengalami kondisi seperti ini.
Dalam konteks yang lebih luas, kasus ini menggarisbawahi perlunya kesadaran masyarakat tentang masalah kesehatan mental serta adanya sistem rujukan yang efektif untuk memastikan bahwa ODGJ mendapat perawatan yang tepat. Dengan kolaborasi antara pihak berwajib, lembaga kesehatan, dan komunitas, diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar