
Kenaikan Signifikan dalam Jumlah Investor Pasar Modal
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa jumlah investor di pasar modal telah mencapai 20,2 juta single investor identification (SID) per tanggal 23 Desember 2025. Dari total investor tersebut, mayoritas berasal dari kalangan usia muda, yang menunjukkan tren positif dalam pengembangan pasar modal.
Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK, Eddy Manindo Harahap menjelaskan bahwa realisasi hingga akhir tahun ini mencerminkan kenaikan sebesar 5,34 juta SID baru dibandingkan target awal tahun. Peningkatan ini juga tercatat meningkat sebesar 35,88% secara year on year (YoY) dibandingkan dengan 14,87 juta SID pada tahun sebelumnya.
“Perkembangan ini mencerminkan keberhasilan upaya inklusi keuangan yang telah kita lakukan bersama-sama,” ujarnya saat ditemui wartawan di BEI, Selasa (30/12/2025).
Komposisi Usia Investor
Dalam hal komposisi usia, investor ritel dengan usia kurang dari 30 tahun mendominasi total investor Tanah Air dengan angka sebesar 54,23%. Berikutnya, investor berusia 31–40 tahun mencapai 24,88%, usia 41–50 tahun sebesar 12,31%, usia 51–60 tahun sebanyak 5,69%, dan usia lebih dari 60 tahun hanya sebesar 2,89%.
Meskipun jumlah investor muda lebih besar, total aset yang dimiliki oleh kelompok usia ini justru lebih rendah dibandingkan kelompok lain. Investor dengan usia lebih dari 60 tahun memiliki total aset sebesar Rp1.201 triliun, sedangkan investor dengan kelompok usia kurang dari 30 tahun hanya memiliki Rp80,57 triliun, menjadi yang terkecil dari semua kelompok umur.
“Ini menunjukkan potensi besar terhadap generasi muda kita dalam mendorong perkembangan pasar modal di masa depan,” tambahnya.
Demografi Investor
Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa demografi investor sepanjang 2025 didominasi oleh laki-laki dengan persentase sebesar 66,35%. Angka jumlah investor pasar modal resmi melampaui 20 juta, tepatnya mencapai 20.042.365 SID per Rabu (17/12/2025).
Lonjakan jumlah investor ini terjadi sebesar 34,8% secara YoY, atau bertambah 5,17 juta SID dibandingkan posisi akhir 2024. Peningkatan juga terjadi pada investor saham yang mencapai 8,46 juta SID, meningkat 32,6% YoY.
Rekor di Pasar Modal
Pencapaian ini beriringan dengan rekor lain di pasar modal. Di pasar saham misalnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) mencetak 24 rekor baru sepanjang tahun. Hingga pertengahan Desember 2025, rata-rata nilai transaksi harian berada di kisaran Rp17,67 triliun atau setara US$1,07 miliar, menempatkan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam kelompok billion dollar exchange dunia.
Tren Masa Depan
Dengan peningkatan jumlah investor dan pertumbuhan pasar modal yang signifikan, prospek untuk pengembangan lebih lanjut terlihat sangat menjanjikan. Generasi muda yang semakin aktif dalam investasi memberikan kontribusi besar dalam memperkuat ekosistem keuangan nasional. Dengan dukungan dari berbagai pihak, pasar modal di Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dari perekonomian nasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar