OJK dorong Karawang jadi penggerak ekonomi pesisir Jabar

OJK dorong Karawang jadi penggerak ekonomi pesisir Jabar

Karawang sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi Pesisir Jawa Barat

Kabupaten Karawang memiliki potensi besar sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi pesisir Jawa Barat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat menunjukkan komitmennya untuk memperkuat ekonomi daerah tersebut melalui perluasan inklusi keuangan dan penguatan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam pertemuan dengan Bupati Karawang Aep Syaepuloh di Kantor Bupati Karawang, Jumat (12/12), Kepala OJK Jawa Barat Darwisman menyampaikan dukungan tersebut. Pertemuan ini membahas strategi peningkatan akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan, khususnya bagi UMKM dan sektor komoditas unggulan pesisir.

Strategi Peningkatan Akses Pembiayaan

Darwisman menekankan pentingnya pemetaan komoditas unggulan Karawang guna memperkuat ekosistem hulu–hilir serta memastikan ketersediaan offtaker yang kredibel agar produk UMKM terserap pasar secara berkelanjutan. Dari sisi perbankan, OJK mendorong perluasan akses permodalan agar pelaku usaha kecil tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang.

Secara ekonomi, Karawang mencatat pertumbuhan 6,40 persen year on year (YoY), melampaui rata-rata Jawa Barat sebesar 5,20 persen YoY. Struktur ekonomi Karawang masih didominasi sektor sekunder dengan kontribusi 74,66 persen terhadap PDRB.

Kinerja Perbankan di Jawa Barat

Kinerja perbankan Jawa Barat hingga Oktober 2025 juga menunjukkan tren positif, dengan total aset tumbuh 3,51 persen YoY, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 5,58 persen YoY, dan penyaluran kredit naik 4,02 persen YoY. Di Karawang, penyaluran kredit mencapai Rp76,82 triliun atau tumbuh 8,11 persen YoY, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Barat. Karawang menempati peringkat kelima penyaluran kredit terbesar di Jawa Barat dengan pangsa pasar 7,41 persen.

Penyaluran kredit di Karawang didominasi sektor Rumah Tangga (34,83 persen), Industri Pengolahan (32,97 persen), serta Perdagangan Besar dan Eceran (9,41 persen). Sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 27,67 persen YoY, menegaskan peran Karawang sebagai pusat manufaktur strategis.

Tantangan dalam Penyaluran Kredit UMKM

Namun demikian, penyaluran kredit UMKM masih menghadapi tantangan. Outstanding kredit UMKM di Karawang tercatat turun 4,32 persen menjadi Rp10,13 triliun dengan jumlah rekening 182.913. Karawang berada di peringkat keenam penyalur kredit UMKM terbesar di Jawa Barat, dengan jumlah UMKM mencapai 555.891 unit atau 3,49 persen dari total UMKM Jawa Barat.

OJK bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Karawang terus mendorong penyaluran kredit UMKM agar pelaku usaha tidak bergantung pada pinjaman informal berbunga tinggi, termasuk melalui optimalisasi pembiayaan berbiaya rendah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Peran UMKM dalam Pertumbuhan Ekonomi

Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyambut baik dukungan OJK dan menegaskan pentingnya pembiayaan UMKM berbasis komoditas unggulan daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan