
Persiapan Hotel dan Promo untuk Libur Nataru
Selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, sejumlah hotel di Jawa Timur telah menyiapkan berbagai paket dan promo untuk menarik minat pengunjung. Berdasarkan laporan yang diterima, tingkat okupansi kamar di wilayah tersebut rata-rata mencapai 70 persen. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur memprediksi angka ini akan meningkat, mengingat banyak masyarakat yang merencanakan perjalanan liburan secara mendadak atau last minute.
Berbagai Paket dan Promo yang Ditawarkan
Untuk menghadapi permintaan yang meningkat, banyak hotel telah menyediakan paket-paket menarik serta layanan tambahan. Salah satu contohnya adalah Holiday Sale yang dilakukan di Surabaya. Secara keseluruhan, para pengelola hotel menyiapkan paket bundling dan fasilitas food and beverage yang menarik bagi pengunjung.
Ketua PHRI Jatim, Dwi Cahyono, menjelaskan bahwa pihaknya sedang memperkuat sosialisasi terkait aturan-aturan yang berlaku selama libur Nataru. Hal ini dilakukan sebagai bentuk persiapan menghadapi potensi cuaca ekstrem hingga akhir tahun 2025.
Pengaruh Cuaca Ekstrem pada Perencanaan Liburan
Dwi juga menyebutkan bahwa beberapa calon wisatawan memastikan kondisi lingkungan sekitar destinasi wisata sebelum melakukan perjalanan. Karena adanya ancaman cuaca ekstrem, ada sebagian pengunjung yang memilih untuk "wait and see" atau menunggu dan melihat perkembangan situasi terlebih dahulu.
“Tugas kami adalah memberikan informasi kepada wisatawan tentang kondisi cuaca dan lingkungan sekitar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa jika iklim dalam keadaan baik, maka jumlah booking akomodasi juga akan meningkat.
Tingkat Okupansi di Berbagai Wilayah
Saat ini, akomodasi di sekitar tempat wisata, terutama destinasi alam, mencatat tingkat okupansi yang lebih dari 70 persen. Kota Batu misalnya, mencapai 75 persen, sementara Malang dan Banyuwangi berada di angka 70 persen. Sementara itu, wilayah lain seperti akomodasi di sekitar wisata kota berada di angka 60 hingga 65 persen.
Dwi menyatakan bahwa saat ini sudah masuk masa Natal dengan tingkat okupansi di atas 60 persen. Liburan anak-anak belum sepenuhnya berakhir, sehingga ia yakin tingkat okupansi akan meningkat lagi. Target PHRI Jatim adalah agar okupansi saat libur Nataru di Jawa Timur bisa mencapai 90 persen.
Sosialisasi Aturan Terkait Pergantian Tahun
Terkait malam pergantian tahun, PHRI Jatim sedang melakukan sosialisasi mengenai aturan yang berlaku di wilayah setempat kepada para pengelola hotel maupun restoran. Tujuannya adalah untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung selama perayaan tahun baru.
“Kita sedang bekerja sama dengan pihak keamanan untuk mengatur acara-acara terkait tahun baru, seperti batasan penggunaan kembang api dan lain-lain,” ujar Dwi. Ia menambahkan bahwa sosialisasi ini penting dilakukan agar semua pihak memahami aturan dan dapat mempersiapkan diri dengan baik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar