
Fitur Group Chat di ChatGPT Kini Tersedia untuk Pengguna di Seluruh Dunia
OpenAI baru-baru ini meluncurkan fitur terbaru bernama Group Chat di aplikasi ChatGPT, yang kini tersedia bagi pengguna di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam obrolan bersama hingga 20 anggota, mirip dengan fitur grup di aplikasi pesan instan populer.
Fitur Group Chat ini tidak hanya memperluas kemampuan ChatGPT sebagai alat komunikasi, tetapi juga memberikan pengalaman interaktif yang lebih dinamis dan kolaboratif. Pengguna dapat membuat ruang percakapan bersama teman atau rekan kerja, sehingga memudahkan koordinasi dan diskusi kelompok.
Cara Mengakses Group Chat di ChatGPT
Untuk mengakses Group Chat, pengguna dapat menemukan ikon "manusia" dengan tanda "plus" di bagian kanan atas tampilan utama ChatGPT. Setelah mengeklik ikon tersebut, pengguna bisa menekan tombol "Start group chat" untuk memulai obrolan.
Pengguna juga dapat mengatur foto profil dan nama grup agar mudah dikenali oleh anggota. Selain itu, pengguna bisa mengirimkan tautan (link) ke grup tersebut agar anggota lain dapat dengan mudah bergabung.
Batasan Anggota dan Pengaturan Obrolan
Setiap grup di ChatGPT dapat menampung maksimal 20 anggota. Jika jumlah anggota melebihi batas tersebut, ChatGPT akan secara otomatis membuat jendela obrolan grup baru. Jendela obrolan Group Chat ini mirip dengan jendela percakapan biasa, tetapi memiliki perbedaan signifikan dalam cara ChatGPT berinteraksi.
ChatGPT akan "memantau" percakapan dan hanya merespons jika diperlukan. Jika tidak ada pertanyaan atau masukan yang membutuhkan bantuan AI, ChatGPT tidak akan mengganggu obrolan antar anggota. Namun, pengguna tetap bisa mencolek "ChatGPT" secara manual untuk meminta jawaban dari AI terhadap prompt yang diberikan oleh salah satu anggota grup.
Akses untuk Pengguna Gratis dan Berbayar
Fitur Group Chat tersedia untuk semua jenis pengguna, baik yang menggunakan versi gratis maupun berbayar. OpenAI menegaskan bahwa fitur pribadi seperti ingatan (memory) dan pengaturan gaya chatbot tidak digunakan dalam grup. Hal ini bertujuan untuk menjaga privasi dan keadilan dalam obrolan, sehingga tidak ada bias terhadap satu pengguna tertentu.
Apa Itu ChatGPT?
ChatGPT adalah sistem kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh OpenAI untuk berkomunikasi dengan manusia melalui teks. Sistem ini menggunakan model bahasa besar (large language model) yang dilatih untuk memahami dan menghasilkan teks secara alami, sehingga mampu menjawab pertanyaan, memberikan saran, menulis teks, atau bahkan berdiskusi layaknya manusia.
Keunggulan ChatGPT terletak pada kemampuannya memahami konteks percakapan dan memberikan respons yang relevan, meskipun tidak memiliki kesadaran atau pemahaman sejati seperti manusia.
Sejarah Pengembangan ChatGPT
Sejarah ChatGPT berawal dari penelitian OpenAI di bidang pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing/NLP). Pada tahun 2018, OpenAI memperkenalkan model GPT (Generative Pre-trained Transformer), yang menjadi fondasi bagi pengembangan versi-versi berikutnya.
Model GPT awal ini dirancang untuk mempelajari pola bahasa dari jumlah data teks yang sangat besar, sehingga mampu menghasilkan teks yang koheren dan alami. Pada tahun 2019, OpenAI merilis GPT-2, versi yang lebih canggih dibandingkan pendahulunya. GPT-2 memiliki 1,5 miliar parameter dan mampu menulis teks yang lebih panjang serta lebih realistis.
Kemudian, pada tahun 2020, GPT-3 hadir dengan 175 miliar parameter, jauh lebih besar dan mampu melakukan berbagai tugas bahasa yang sebelumnya sulit bagi komputer, termasuk menjawab pertanyaan kompleks, menerjemahkan bahasa, dan membuat teks kreatif.
ChatGPT sendiri mulai dikenal luas pada akhir 2022 ketika OpenAI meluncurkan versi interaktif dari GPT-3.5. Versi ini difokuskan untuk percakapan langsung dengan manusia, sehingga orang bisa mengajukan pertanyaan, meminta saran, atau berdiskusi tentang berbagai topik.
Keberadaan ChatGPT dalam Berbagai Bidang
Sejak saat itu, pengembangan terus berlanjut dengan GPT-4 dan versi lebih baru, yang meningkatkan kemampuan pemahaman konteks, ketepatan jawaban, dan kemampuan menangani instruksi yang kompleks.
ChatGPT kini digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga hiburan. Keberadaannya menunjukkan bagaimana AI dapat menjadi alat yang membantu manusia dalam mengakses informasi, berkreasi, dan mempermudah pekerjaan sehari-hari, meskipun tetap membutuhkan pengawasan manusia untuk memastikan keakuratan dan etika penggunaannya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar