
GPT-5.2: Model AI Terbaru OpenAI yang Diklaim Lebih Canggih
OpenAI baru saja meluncurkan GPT-5.2, model AI terbaru yang dianggap sebagai salah satu inovasi terbesar mereka dalam beberapa tahun terakhir. Model ini hadir dalam tiga versi yaitu Instant, Thinking, dan Pro, masing-masing dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbeda pengguna. Dengan peningkatan signifikan dalam performa, GPT-5.2 menawarkan kemampuan yang lebih cerdas, cepat, dan andal untuk berbagai tugas profesional seperti coding, analisis dokumen panjang, hingga pembuatan presentasi dan spreadsheet.
Fitur Utama dari GPT-5.2
GPT-5.2 diperkenalkan di tengah tekanan kompetitif dengan pesaing utama seperti Google Gemini. Salah satu versi yang paling menonjol adalah GPT-5.2 Thinking, yang menunjukkan lompatan performa signifikan dalam berbagai benchmark. Model ini mampu mengalahkan atau menyamai kinerja profesional manusia dalam 70,9 persen tugas kerja terstruktur, serta 30 persen lebih akurat dibanding GPT-5.1. Selain itu, GPT-5.2 Thinking mampu memahami konteks hingga 256.000 token, yang setara dengan sekitar 2,5 buku Harry Potter pertama dalam satu kali prompt.
Dalam berbagai tes seperti SWE-Bench Pro dan GPQA Diamond, GPT-5.2 Thinking menempati posisi puncak dalam menyelesaikan tugas coding dan penalaran ilmiah. Model ini juga diuji pada GDPval, sebuah evaluasi yang mengukur kemampuan AI dalam menyelesaikan tugas-tugas kerja terstruktur di 44 jenis profesi berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa GPT-5.2 mampu menyelesaikan tugas serupa 11 kali lebih cepat dengan biaya kurang dari 1 persen dibanding tenaga ahli.
Versi-Versi GPT-5.2
Ada tiga versi dari GPT-5.2 yang tersedia untuk pengguna ChatGPT berbayar dan developer API:
- GPT-5.2 Instant: Versi tercepat untuk tugas ringan seperti menulis, menerjemahkan, dan pencarian informasi.
- GPT-5.2 Thinking: Dirancang untuk pekerjaan rumit seperti coding, analisis dokumen panjang, perencanaan, dan matematika.
- GPT-5.2 Pro: Versi paling presisi untuk problem solving tingkat tinggi.
Menurut Fidji Simo, Chief Product Officer OpenAI, GPT-5.2 lebih jago untuk pekerjaan kantoran, termasuk membuat spreadsheet, presentasi, menulis kode, memahami konteks panjang, hingga menghubungkan berbagai tool dalam proyek multi-langkah. OpenAI juga menegaskan bahwa pengguna akan merasakan bahwa GPT-5.2 lebih cerdas untuk digunakan sehari-hari, lebih terstruktur, lebih andal, dan tetap menyenangkan untuk diajak berinteraksi.
Peningkatan Signifikan dalam Akurasi dan Konteks
Peningkatan akurasi menjadi salah satu fitur utama dari GPT-5.2. Dibanding GPT-5.1 Thinking, model ini 30 persen lebih jarang menghasilkan jawaban keliru pada kumpulan pertanyaan nyata dari ChatGPT. Ini sangat penting bagi profesional yang mengandalkan AI untuk riset, analisis, penulisan, hingga pengambilan keputusan harian. Meski begitu, OpenAI tetap mengingatkan agar pengguna melakukan pengecekan ulang pada tugas-tugas kritis.
Kemampuan bekerja dengan konteks panjang juga menjadi salah satu peningkatan mencolok. GPT-5.2 Thinking memecahkan rekor baru di MRCRv2, evaluasi yang menguji kemampuan AI menggabungkan informasi dalam dokumen yang sangat panjang. Model ini menjadi yang pertama mencapai akurasi hampir 100 persen pada varian 4-needle, yang menguji pemahaman konteks hingga 256.000 token (setara 180.000200.000 kata). Dengan kemampuan ini, GPT-5.2 dapat mengolah dokumen super panjang seperti laporan riset, kontrak, transkrip rapat, hingga proyek multi-file, sambil tetap menjaga koherensi dan konsistensi informasi.
Tidak Ada Update Image Generation
Meskipun GPT-5.2 membawa banyak peningkatan, tidak ada update terkait image generation dalam peluncuran ini. Bocoran menyebut bahwa OpenAI baru akan merilis model dengan image generator lebih canggih, lebih cepat, dan lebih ekspresif pada Januari 2026. Hal ini menjadi fokus utama setelah laporan code red internal yang menyebut kekhawatiran bahwa ChatGPT mulai kalah dari Google Gemini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar