Operasi rahasia Ukraina mengguncang Moskow, mobil meledak bunuh tokoh dekat Putin

Operasi rahasia Ukraina mengguncang Moskow, mobil meledak bunuh tokoh dekat Putin

Operasi Rahasia Ukraina di Moskow

Unit intelijen militer Ukraina terus menjalankan operasi rahasia hingga ke Moskow, ibu kota Rusia. Setelah berhasil menewaskan seorang jenderal Kremlin dengan bom mobil, kini ledakan yang dirancang Kiev memakan korban tiga orang, dua di antaranya adalah anggota polisi.

Operasi rahasia Ukraina ini menargetkan individu-individu penting di Moskow, termasuk beberapa petinggi yang menjadi kepercayaan Presiden Vladimir Putin. Seorang pejabat dari intelijen militer Ukraina, yang dikenal sebagai GUR, mengakui bahwa Kiev bertanggung jawab atas serangan bom mobil di Moskow. Pejabat tersebut mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa serangan itu dilakukan sebagai bagian dari operasi rahasia Ukraina.

"Operasi itu menargetkan sejumlah orang penting. Terbaru, dua polisi Moskow yang tewas ikut menjadi sasaran karena terlibat dalam perang Rusia di Ukraina," ujar pejabat GUR.

Penangkapan Drone Ukraina oleh Pertahanan Udara Rusia

Di sisi lain, unit pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh 16 drone Ukraina yang sedang menuju Moskow sepanjang hari Rabu. Beberapa drone tersebut akhirnya mengganggu jadwal penerbangan pesawat.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyebutkan bahwa drone-drone tersebut berhasil dipukul mundur selama sekitar 17 jam. Tim darurat sedang memeriksa pecahan-pecahan di tempat drone-drone tersebut menghantam tanah, tetapi tidak ada kerusakan yang dilaporkan.

Dua dari empat bandara utama yang melayani Moskow terpaksa membatasi operasional untuk sementara waktu karena serangan pesawat tak berawak, kata otoritas penerbangan sipil Rusia di Telegram.

Serangan Drone Ukraina ke Fasilitas Rusia

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Rusia mengatakan unit pertahanan udaranya menghancurkan 172 pesawat tak berawak Ukraina semalam, hampir setengahnya di wilayah yang berbatasan dengan Ukraina.

Ukraina mengklaim bahwa drone-drone mereka telah menyerang pabrik karet sintetis Yefremov di wilayah Tula, Rusia, selatan Moskow, dan fasilitas penyimpanan drone maritim di Krimea yang diduduki Rusia.

Gubernur wilayah Tula, Dmitry Milyaev, mengatakan puing-puing dari drone Ukraina yang jatuh memicu kebakaran di lokasi industri, dan unit pertahanan udara Rusia menghancurkan 12 drone Ukraina di wilayah tersebut.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan