
Kehilangan yang Menyedihkan: Kisah Orang Tua Korban Longsor Cisempur
Keluarga Irfan Kurniadi (40) kini sedang berduka atas kehilangan anak mereka yang menjadi korban longsor tebing di RW 01 Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Jujun (58), ayah Irfan, mengungkapkan rasa kecewa dan kesedihan yang mendalam setelah mengetahui anaknya meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Irfan adalah salah satu dari empat pekerja yang tewas akibat tertimbun material longsoran proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT). Jenazahnya berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada Jumat (2/1/2026) sore hari. Namun, bagi Jujun, kabar ini datang terlalu cepat dan tak bisa ia terima.
Jujun mengatakan bahwa ia baru mengetahui kabar duka tersebut pada pukul 15.00 WIB. Ia langsung bergegas dari rumahnya di wilayah Jajaway, RT 01/18 Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, menuju lokasi kejadian. “Dapat kabar sekitar jam tiga, saya langsung ke sini dari rumah,” ujarnya dengan suara bergetar.
Menurut Jujun, ia tidak mengetahui secara detail apa yang dilakukan anaknya. Irfan hanya pernah menyampaikan bahwa ia bekerja di area Cisempur. “Kurang tahu, dia enggak pernah cerita detail, cuma bilang kerja di sini. Katanya Irfan bekerja di area tebing dengan ketinggian sekitar tujuh meter dan galian sedalam dua meter,” katanya.
Selain itu, Jujun juga menyebutkan bahwa ia tidak memiliki firasat apa pun sebelum kejadian tersebut. “Enggak ada mimpi, enggak ada firasat apa-apa,” ucapnya dengan wajah murung.
Komunikasi terakhir antara Jujun dan Irfan terjadi sekitar tiga hari lalu melalui sambungan telepon. Saat itu, Jujun sempat mengingatkan anaknya untuk berhati-hati dalam bekerja. “Saya bilang hati-hati ya,” katanya.
Irfan diketahui sudah berkeluarga dan memiliki seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Jujun mengaku sangat kaget dan terpukul atas kejadian tersebut. “Saya nangis, enggak nyangka,” ujarnya sambil menahan tangis.
Sebelumnya, peristiwa tebing ambrol hingga mengakibatkan enam orang pekerja yang sedang mengerjakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) terkubur material longsoran. Dalam insiden ini, dua korban berhasil terselamatkan oleh warga dan petugas. Sementara empat lainnya meninggal dunia.
Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Proyek tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan lapangan mini soccer yang tengah dikerjakan saat peristiwa longsor terjadi. Kini, seluruh masyarakat berharap agar proses evakuasi dan penyelidikan dapat segera selesai sehingga keluarga korban dapat merayakan pemakaman dengan tenang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar