
Peristiwa Unik Siswi yang Meminta Bantuan Polisi untuk Ambil Rapor
Seorang siswi kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Pangandaran, Laila Sabilillah, mengambil langkah tak biasa dalam memenuhi kebutuhan akademiknya. Dengan kondisi orang tua yang tidak bisa hadir saat pengambilan rapor, ia memutuskan untuk menghubungi pihak kepolisian melalui nomor layanan pengaduan masyarakat.
Alasan Menghubungi Pihak Kepolisian
Laila, yang berasal dari blok Kandang Menjangan Dusun Bojongjati, Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, mengaku merasa bingung ketika mengetahui bahwa pengambilan rapor harus dilakukan oleh orang tua. Hal ini karena orang tuanya sedang sibuk mengurus sawah dan tidak dapat mendampinginya pada hari pelaksanaan.
Awalnya, ia mencoba menghubungi lewat pesan langsung di Instagram resmi Polres Pangandaran. Setelah itu, dirinya diarahkan ke nomor WhatsApp untuk menindaklanjuti permohonannya. Dalam pesan tersebut, Laila menyampaikan permintaannya dengan sopan dan jelas.
Respons Positif dari Pihak Kepolisian
Pihak kepolisian memberikan respons yang sangat baik terhadap permintaan Laila. IPDA Yusdistira Sezarianky Sofyan, Kepala SPKT Polres Pangandaran, segera melakukan koordinasi untuk memastikan proses pengambilan rapor berjalan lancar. Ia juga meminta alamat tempat tinggal Laila serta mekanisme penjemputan agar dapat menjemputnya.
Pada hari pelaksanaan, sekitar pukul 7.30 WIB, IPDA Yusdistira menjemput Laila dan mendampinginya menuju SMAN 1 Pangandaran. Selama perjalanan, terjalin komunikasi yang hangat dan penuh empati, sehingga membuat Laila merasa aman dan nyaman.
Momen Spesial Saat Pengambilan Rapor
Saat tiba di sekolah, IPDA Yusdistira berkoordinasi dengan pihak guru sebagai bentuk dukungan Polri terhadap dunia pendidikan. Salah satu momen yang membanggakan adalah ketika diketahui bahwa Laila berhasil meraih peringkat ke-5 di kelasnya. Hal ini menjadi semangat tambahan bagi siswi yang telah bekerja keras dalam belajarnya.
Setelah kegiatan pengambilan rapor selesai, Laila diantar kembali ke rumahnya. Kehadiran polisi dalam pendampingan ini tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi anak untuk terus bersemangat dalam menempuh pendidikan.
Apresiasi dari Berbagai Pihak
Aksi humanis ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Sosok Ka SPKT Polres Pangandaran yang masih muda dinilai mampu menunjukkan manajemen tugas yang baik, respons cepat, serta empati tinggi terhadap masyarakat.
IPDA Yusdistira, yang merupakan lulusan Akademi Polisi (AKPOL) tahun 2025, menegaskan bahwa Polres Pangandaran berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam pendampingan sosial dan dukungan terhadap masa depan generasi muda.
Kesimpulan
Peristiwa ini menjadi contoh bagaimana interaksi positif antara pihak kepolisian dan masyarakat dapat membawa dampak yang baik. Tidak hanya memenuhi kebutuhan administratif, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan motivasi bagi siswa yang sedang berjuang dalam pendidikannya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar