Pak Kos Berani Masuk Sel Polsek Jaluko Cari Pelaku Curanmor 40 Motor

Pak Kos Berani Masuk Sel Polsek Jaluko Cari Pelaku Curanmor 40 Motor

Pengalaman Korban Curanmor di Mendalo

Rahman, seorang pemilik rumah indekos di kawasan Mendalo, Kabupaten Muaro Jambi, mengambil inisiatif untuk menelusuri keberadaan sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang telah menggasak puluhan kendaraan. Ia nekat masuk ke sel Polsek Jaluko untuk mengorek informasi dari para tersangka yang ditahan.

Dari pengakuan para pelaku, Rahman mendapatkan informasi awal yang cocok dengan dugaannya bahwa aksi curanmor ini dilakukan secara sistematis dan terorganisir. Informasi tersebut memicu tindakan lebih lanjut dari pihak korban, termasuk pembentukan grup WhatsApp yang berisi puluhan korban curanmor. Dalam grup tersebut, para korban saling bertukar informasi dan akhirnya menemukan dugaan kuat tentang adanya jaringan pencurian yang terstruktur.

Beberapa bukti yang dikumpulkan oleh korban melalui rekaman CCTV menunjukkan kebiasaan pelaku dalam melakukan aksinya. Mereka biasanya bekerja pada malam hari hingga subuh, mengenakan jaket dan bercelana pendek. Selain itu, CCTV sering kali tidak merekam bagian pelaku membuka pintu garasi, dan kamera baru mulai merekam ketika pelaku sudah berada di dalam. Hal ini membuat Rahman menduga bahwa pelaku memiliki kemampuan teknis untuk menyadap sinyal CCTV.

Dugaan Kuat tentang Jaringan Terorganisir

Berdasarkan dugaan tersebut, Rahman kemudian menemui Polsek Jaluko. Dari informasi yang ia peroleh, total motor yang berhasil dicuri oleh sindikat ini mencapai delapan unit. Namun, dari jumlah tersebut, sekitar 23 unit motor milik korban yang tergabung dalam grup WhatsApp belum ditemukan. Hanya satu motor yang berhasil ditemukan, yaitu motor milik seorang mahasiswa di kosannya.

Motor-motor yang hilang di tempatnya seluruhnya adalah Honda Beat. Sementara itu, motor yang tersisa pada malam kejadian adalah jenis Scoopy yang memiliki alarm, satu Yamaha matic, dan Honda Blade miliknya. Rahman mengaku motor miliknya tidak diambil karena mungkin dinilai jelek oleh pelaku.

Jawaban Mengejutkan dari Pelaku

Setelah menemui pelaku yang kini ditahan, yakni Bed dan Eko, Rahman mendapatkan jawaban mengejutkan. Eko mengaku hanya seorang juru masak yang dijanjikan pekerjaan di Jambi. Ia dibawa dari Musi Rawas untuk bekerja di bengkel milik Hendri, terduga pelaku utama. Namun, Eko mengatakan bahwa ia justru dijebak dan disuruh antar motor, lalu ikut terseret dalam kasus curanmor.

Penelusuran Sendiri oleh Rahman

Setelah mendapat informasi dari polisi dan tersangka, Rahman sendirian melakukan penelusuran. Ia mengunjungi lokasi kontrakan dan tempat usaha H, terduga pelaku utama. Meskipun ia sempat datang ke lokasi tersebut, istri H mengatakan bahwa mereka baru saja pindah dua atau tiga hari sebelumnya.

Selanjutnya, Rahman memastikan keberadaan bengkel milik Hendri di Simpang Tiga Telanaipura, Kota Jambi. Bengkel tersebut masih beroperasi seperti biasa, namun Hendri tidak ada. Rahman juga bertemu dengan pemilik kontrakan dan menemukan informasi yang sesuai dengan keterangan pelaku.

Hasil penelusuran ini membuat Rahman meyakini bahwa jaringan curanmor yang beraksi di Mendalo bergerak rapi dan tersusun. Menurutnya, pelaku bukan orang sembarangan. H, terduga otak sindikat, paham betul dunia motor, kunci-kunci, dan modifikasi. Ia bisa menjadi otak untuk memudahkan jaringan mereka memasarkan motor curian.

Kesulitan Polisi di Sungai Nibung

Rahman juga menjelaskan keterangan polisi terkait kesulitan utama dalam pengungkapan kasus. Penyidikan polisi terkait curanmor Mendalo mengarah ke suatu tempat bernama Sungai Nibung, di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan. Kata Kanit, motor-motor itu dibawa ke kampung tersebut. Masalahnya, kampung itu hanya memiliki akses satu jembatan kecil. Begitu ada orang masuk, warga langsung memberi tahu pelaku. Akibatnya, polisi kesulitan masuk.

Menurut penyidik, hampir seluruh warga di lokasi itu memiliki senjata api rakitan. Ini sangat berbahaya bagi keselamatan anggota jika masuk ke dalam. Oleh karena itu, polisi menunggu pelaku keluar.

Harapan Warga dan Mahasiswa

Setelah empat motor hilang sekaligus, Rahman mengaku warga kini hidup dalam rasa takut dan berharap adanya pengamanan lebih serius dari kepolisian. Ia menilai perlunya pos polisi tambahan atau kehadiran tim patroli yang mobile di sekitar kawasan kampus yang padat aktivitas mahasiswa. Rahman berharap polisi dapat segera menangkap Hendri serta dua pelaku lain yang masih buron agar motor-motor milik mahasiswa maupun warga Jaluko bisa segera ditemukan.

Modus Berubah-ubah

Kapolsek Jaluko, Iptu Chandra, mengatakan selama 11 bulan menjabat, sudah ada puluhan laporan. Sejauh ini, delapan unit motor berhasil diamankan hasil kolaborasi Polsek Jaluko dengan Polda, Polsek Kota Baru, Polsek Jelutung, serta Polres Muaro Jambi. Penadah asal Musi Rawas turut ditangkap. Dua tersangka pencuri sudah ditahan, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Modus para pelaku berubah-ubah. Ada yang langsung membawa motor ke luar daerah menggunakan joki, ada yang menitipkan motor hasil curian di semak-semak sebelum dijemput mobil. Polsek Jaluko bahkan pernah menemukan motor KLX yang disembunyikan pelaku di semak-semak sebelum rencananya diangkut oleh penadah.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan