Pakan Hewan Bandung Zoo Menipis, Karyawan Kumpulkan Donasi di Jalan


BANDUNG, berita

Kondisi Keuangan Bandung Zoo yang Kritis

Bandung Zoo kini sedang menghadapi situasi keuangan yang sangat kritis. Stok pakan satwa semakin menipis sejak 11 Desember 2025. Hal ini memicu aksi penggalangan donasi yang dilakukan oleh para karyawan Bandung Zoo di depan pintu masuk kebun binatang, tepatnya di pertigaan Jalan Taman Sari-Jalan Ganesha, Kota Bandung.

Dalam aksi tersebut, para karyawan membentangkan spanduk hitam bertuliskan '#SAVEBANDUNGZOO #panjang umur perjuangan'. Beberapa dari mereka juga menyodorkan kotak kardus kecil bertuliskan 'Donasi pakan satwa' kepada masyarakat dan pengendara yang melintas. Aksi ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kondisi satwa-satwa di Bandung Zoo agar tetap terpenuhi kebutuhan pakan mereka.

Keterbatasan Pakan Satwa

Yaya Suhaya, karyawan Bandung Zoo sekaligus Ketua Serikat Pekerja Mandiri Direnten (SPMD), menjelaskan bahwa penggalangan donasi ini dilakukan karena keterbatasan pakan satwa. "Kami dari karyawan berinisiatif untuk menggalang donasi kepada masyarakat sekitar. Ini merupakan bentuk kepedulian dari karyawan terhadap satwa karena kita punya kewajiban untuk memelihara dan menjaga satwa dengan baik," ujarnya saat kegiatan penggalangan donasi, Jumat (12/12/2025).

Menurut Yaya, aksi ini sangat penting karena minimnya perhatian dari pemerintah. "Kami terpaksa mencari biaya operasional sendiri, makanya kami berinisiatif untuk menggalang donasi," tambahnya. Ia menilai bahwa aksi ini adalah dampak dari kebijakan penutupan Bandung Zoo yang telah berlangsung sejak 6 Agustus lalu.

Keuangan Menurun Drastis

Selama empat bulan tidak beroperasi, keuangan yayasan mengalami penurunan drastis, sementara beban biaya tetap berjalan. "Dengan ditutupnya kebun binatang selama empat bulan, uang yang tersedia untuk operasional akan habis. Saat ini kami hanya bisa memberikan stok pakan seadanya. Kami sangat khawatir dengan keadaan satwa di kebun binatang agar tidak kelaparan," jelasnya.

Penggalangan donasi yang dilakukan selama sebulan terakhir sedikitnya telah menggugah kepedulian masyarakat. Beberapa lembaga pencinta satwa bahkan mendonasikan beberapa ekor kambing dan buah-buahan untuk pakan satwa. "Sudah ada donasi dari masyarakat, alhamdulillah, walaupun itu jauh dari cukup karena kebutuhan kita cukup banyak," tambahnya.

Yaya menjelaskan, donasi yang diterima Bandung Zoo berbentuk pakan langsung, dan mereka tidak menerima sumbangan dalam bentuk uang. "Sebagian pakan langsung kami ambil dari vendor," ujarnya. Kondisi ini juga mendorong para karyawan untuk urunan demi pakan satwa. "Saya pribadi sangat prihatin dengan kondisi saat ini. Kami merawat satwa bukan hanya untuk kehidupan kita sendiri, tetapi juga untuk menjamin kehidupan satwa-satwa tersebut," tuturnya.

Bertahan dengan Donasi Publik

Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi'i, mengungkapkan bahwa di tengah kondisi keuangan yayasan yang tidak mampu membeli pakan, Bandung Zoo harus bertahan dengan sisa pakan yang ada dan donasi publik. "Mulai 12 Desember, karyawan harus lebih kreatif dalam mempertahankan hajat hidup seluruh satwa di Bandung Zoo," katanya.

Beberapa langkah strategis telah disepakati manajemen, seperti pengadaan ikan dari kolam-kolam yang ada di Bandung Zoo untuk pakan burung dan satwa pemakan ikan. Selain itu, modifikasi pakan karnivora juga dilakukan dengan mengurangi asupan daging sapi, diganti dengan daging domba atau kambing. "Kami sudah memotong tujuh ekor domba dalam sebulan terakhir ini untuk pakan karnivora," jelasnya.

Manajemen juga berupaya memanfaatkan rumput lapang yang tumbuh di kawasan Bandung Zoo dan menanam kebun pisang untuk pakan satwa. "Pisang-pisang itu akan kami alokasikan pada satwa pemakan buah. Sementara untuk jenis pisang yang tidak ada di area Bandung Zoo, kami akan tetap melakukan pengadaan dari luar," ungkapnya.

Di tengah kondisi yang terbatas, manajemen Bandung Zoo tetap berkomitmen untuk merawat satwa dengan baik sesuai dengan kaidah kesejahteraan satwa. Seluruh karyawan telah menyatakan komitmen untuk melaksanakan tugas tersebut dan tetap menerima donasi dari publik, baik berupa pakan maupun dana yang diarahkan langsung ke vendor rekanan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan