PalmCo Bantu Ratusan Anak Jalani Proses Penyembuhan Trauma di Aceh Tamiang


Aceh Tamiang mengalami banjir yang menyebabkan duka mendalam, khususnya bagi anak-anak yang harus bertahan di pengungsian selama beberapa hari. Dalam situasi ini, PTPN IV PalmCo menunjukkan kepedulian dengan menghadirkan program trauma healing sebagai bentuk dukungan untuk pemulihan psikososial anak-anak yang terdampak bencana.

Program tersebut berlangsung di Afdeling I Kebun Pulau Tiga, yang saat ini menjadi tempat pengungsian bagi 874 jiwa, termasuk 679 orang dewasa dan 195 anak-anak. Di tengah kondisi yang penuh tantangan, anak-anak diberi ruang untuk merasakan rasa aman dan kebahagiaan melalui berbagai kegiatan seperti sharing and reflective circle, healing dance, permainan interaktif, serta mewarnai. Setiap aktivitas dirancang bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pelukan emosional agar anak-anak bisa bangkit dari trauma dan kembali tersenyum.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menjelaskan bahwa kehadiran PalmCo didasari oleh nilai kemanusiaan. “Kami hadir untuk memastikan masyarakat, terutama anak-anak, tetap merasa aman, diperhatikan, dan memiliki harapan,” ujarnya.

Hilda Savitri, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo, menekankan pentingnya program trauma healing dalam proses pemulihan pasca-bencana. “Kami ingin anak-anak kembali ceria. Ketika mereka bisa tertawa dan bermain, itu adalah tanda bahwa proses pemulihan sedang berjalan,” kata Hilda.

Program pendampingan ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua pengungsi. Salah satu warga, Ratna Sari, mengungkapkan rasa harunya melihat perubahan positif pada anak-anak setelah mengikuti kegiatan trauma healing. “Anak-anak sudah kembali senang. Setelah berhari-hari terjebak banjir, mereka akhirnya bisa bermain lagi, bercanda dengan kakak-kakak Srikandi, dan merasakan makan daging kembali. Beban kami sebagai orang tua juga terasa lebih ringan,” ujarnya.

Keceriaan juga terlihat dari wajah anak-anak. Nazla, salah seorang anak, menceritakan bahwa suasana kini terasa lebih aman dan menyenangkan. “Sekarang kami bisa main lagi. Kakak-kakaknya baik, ada mainan dan snack, jadi kami senang,” katanya dengan senyum polos.

Afdeling I Kebun Pulau Tiga, PTPN IV Regional VI, menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat bencana banjir. Kawasan ini saat ini difungsikan sebagai lokasi pengungsian bagi karyawan dan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi pusat kegiatan kemanusiaan dan pemulihan yang melibatkan berbagai pihak.

Selain pendampingan psikososial, PalmCo juga menyediakan layanan kesehatan bagi para pengungsi. Tim medis diterjunkan untuk memastikan kondisi kesehatan anak-anak dan orang tua tetap terjaga selama berada di lokasi pengungsian.

dr. Mahayeni Tarigan, Kadiv Sekretariat Perusahaan PT SPMN, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh. “Kami melakukan pemeriksaan, pemberian obat, serta penanganan medis lanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan, baik anak-anak maupun orang dewasa,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hilda Savitri juga mengunjungi Seumantoh untuk melaksanakan pendampingan bagi karyawan PKS Tanjung Seumantoh, Aceh Tamiang, dan masyarakat sekitar yang terdampak banjir. Bantuan yang disalurkan meliputi layanan kesehatan, obat-obatan, alat tulis sekolah, sandang, mainan, serta snack bagi anak-anak.

Tim kesehatan yang bertugas terdiri dari dr. Mahayeni Tarigan, dr. Reni Hidayani, dr. Salsabila Raihananda Bahty, beserta empat tenaga medis lainnya. Sementara itu, Tim Srikandi PTPN IV PalmCo, yang dipimpin langsung oleh Hilda Savitri dan melibatkan Srikandi Regional serta Head Office, menjadi garda terdepan dalam mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menegaskan bahwa PalmCo akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga masa pemulihan benar-benar tercapai. “Kami tidak ingin hadir sesaat. PalmCo berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat terdampak sampai mereka benar-benar bangkit,” tegasnya.

Melalui program tersebut, PalmCo berharap dapat menjadi bagian dari perjalanan pemulihan masyarakat Aceh Tamiang. Di tengah duka bencana, tawa dan senyum anak-anak menjadi pengingat bahwa kepedulian, empati, dan kebersamaan mampu menghadirkan harapan baru bagi masa depan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan