
Serangan Monyet Mengancam Tanaman Petani di Desa Gapura Tengah
Di Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kawanan monyet telah menjadi ancaman serius bagi para petani. Serangan yang terjadi terhadap tanaman jagung dan kacang tanah milik warga mengakibatkan kerugian besar, terutama karena tanaman yang hampir siap panen dirusak dan dimakan oleh hewan tersebut.
Serangan ini tidak terjadi secara bersamaan di seluruh lahan, tetapi kemunculan monyet terasa mengganggu karena sering muncul kembali dan sulit untuk diusir. Warga setempat, Wandi, menjelaskan bahwa kawanan monyet menyerang jagung yang sudah mulai matang dengan cara memetik buahnya dan meninggalkan kulitnya berserakan di sekitar lahan.
“Jagung yang sudah mau panen itu dipotek satu-satu, dimakan isinya, kulitnya dibiarkan berserakan,” kata Wandi, Minggu (4/1/2026).
Tanaman Kacang Tanah Juga Terkena Dampak
Selain jagung, tanaman kacang tanah juga menjadi target utama kawanan monyet. Hewan tersebut mencabut tanaman hingga ke akarnya, memakan buahnya, lalu meninggalkan batang serta pohon dalam kondisi rusak parah di lahan warga.
“Kalau kacang tanah lebih parah, dicabut semua, dimakan buahnya, batangnya dibuang,” tambah Wandi.
Wandi menjelaskan bahwa serangan monyet ini bukan kejadian pertama, melainkan sudah berlangsung sejak setahun terakhir. Kondisi ini membuat sejumlah tegalan milik warga sengaja dibiarkan kosong karena petani merasa trauma dengan risiko gagal panen.
“Sudah setahun ini banyak warga memilih tidak menanam, karena pasti diserang monyet,” yakinnya.
Upaya Pengusiran Belum Efektif
Banyak upaya pengusiran manual telah dilakukan oleh warga saat memergoki kawanan monyet tersebut di lahan mereka. Namun, upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal karena kawanan monyet selalu kembali setelah petugas atau warga pergi dari tegalan.
“Sudah sering kami usir, tapi setelah itu mereka datang lagi,” jelas Wandi.
Perubahan Pola Tanam Diduga Jadi Penyebab
Sementara itu, petani lainnya, Ibrahim, terpaksa menebas beberapa pohon jagung di tegalannya karena buahnya sudah habis dimakan sebelum masa panen tiba.
Ia menduga kemunculan monyet di lahannya berkaitan dengan banyaknya lahan warga lain yang kini dibiarkan kosong. “Ini pertama kali tegalan saya diserang monyet,” ungkapnya.
Ibrahim memperkirakan monyet-monyet tersebut berpindah mencari sumber makanan baru ke lahan yang masih produktif karena area jelajah mereka yang lama sudah tidak menyediakan tanaman pangan.
“Mungkin karena tegalan lain tidak ditanami lagi, jadi monyet pindah ke sini,” duga Ibrahim.
Harapan Warga pada Pihak Terkait
Warga berharap ada upaya penanganan serius dari pihak terkait agar serangan ini tidak terus berulang. Jika dibiarkan, dikhawatirkan petani di Desa Gapura Tengah akan berhenti menanam komoditas jagung dan kacang tanah secara permanen.
“Kalau dibiarkan, petani bisa kapok menanam jagung dan kacang tanah,” ucap Ibrahim.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar