
Pembangunan Jalan Tol Kediri-Tulungagung Diharapkan Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Wilayah
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menetapkan rencana pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung yang akan menghubungkan dua wilayah penting di Jawa Timur. Proyek ini memiliki panjang sekitar 44,17 kilometer dan direncanakan beroperasi pada tahun 2026. Dengan adanya jalan tol ini, diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah selatan Jawa Timur serta mendukung operasional Bandara Dhoho Kediri.
Jalan Tol Kediri–Tulungagung merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di sejumlah kawasan Jawa Timur. Ruas jalan ini akan menjadi jalur bebas hambatan yang menghubungkan Kota Kediri dan Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Tulungagung. Keberadaannya diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya mencapai lebih dari satu jam menjadi sekitar 30 menit saja.
Proyek ini dikerjakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi mencapai Rp 9,92 triliun dan masa konsesi selama 50 tahun. PT Gudang Garam Tbk melalui anak usahanya, PT Surya Sapta Agung Tol, ditunjuk sebagai pemrakarsa pembangunan. Lingkup pekerjaan mencakup pembebasan lahan, perencanaan teknis, konstruksi, hingga pengoperasian dan pemeliharaan jalan.
Berdasarkan data dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), sebanyak 23 desa di tiga kecamatan Kabupaten Kediri terdampak oleh pembangunan ruas jalan tol ini. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa proses pembebasan lahan dilakukan dengan prinsip musyawarah dan kompensasi yang adil bagi warga setempat. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut proyek ini sebagai salah satu prioritas untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa Timur, terutama karena akses langsung ke Bandara Dhoho akan membuka peluang investasi baru.
Selain mempercepat mobilitas, Jalan Tol Kediri–Tulungagung diyakini akan mengubah peta ekonomi kawasan. Kediri yang dikenal sebagai daerah dengan basis industri besar, termasuk rokok dan gula, akan semakin terkoneksi dengan Tulungagung yang memiliki potensi sektor maritim dan pertanian. Para pengamat menilai keberadaan jalan tol ini akan memperkuat jalur distribusi barang dan jasa, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di luar Surabaya dan Malang.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan bahwa pembangunan jalan tol ini merupakan bagian dari strategi memperluas jaringan jalan bebas hambatan di Jawa Timur. Dengan adanya ruas baru, diharapkan arus logistik menuju kawasan selatan lebih efisien dan mampu menekan biaya distribusi.
Jika sesuai jadwal, Jalan Tol Kediri–Tulungagung akan beroperasi pada tahun 2026. Kehadirannya tidak hanya menjadi solusi kemacetan, tetapi juga simbol percepatan pembangunan infrastruktur di era kepemimpinan Khofifah. Pemerintah optimistis proyek ini akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur, sekaligus memperkuat integrasi antarwilayah di provinsi tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar