Parasut Penerjun Payung Australia Terjebak di Ekor Pesawat, Ketinggian 4.000 Meter

Parasut Penerjun Payung Australia Terjebak di Ekor Pesawat, Ketinggian 4.000 Meter

Insiden Mengerikan Penerjun Payung Australia di Ketinggian 4.000 Meter

Seorang penerjun payung asal Australia mengalami insiden yang sangat mengerikan saat melakukan aksinya. Kejadian ini terjadi pada September 2025 lalu, dan kini telah menjadi perhatian publik setelah video kejadian tersebut diunggah oleh Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB).

Pada saat itu, penerjun payung yang dikenal sebagai P1 sedang berada di atas Queensland, Australia, bersama dengan 16 penerjun lainnya. Mereka menggunakan pesawat yang disewa oleh Far North Freefall Club (FNFF). Namun, tak disangka, pegangan parasut penerjun pertama tersangkut di flap sayap pesawat. Akibatnya, parasut langsung mengembang tanpa disengaja, menyeret penerjun payung ke belakang sehingga membuat P1 terjatuh.

Parasut milik P1 kemudian tersangkut di ekor pesawat, membuatnya tergantung di bagian bawah ekor pesawat. Hal ini tiba-tiba menyeret penerjun payung ke belakang, dan kakinya membentur penstabil horizontal kiri pesawat, sehingga merusaknya secara signifikan. Parasut kemudian melilit penstabil tersebut, menggantung penerjun payung di bawah pesawat.

Detik-Detik Mengerikan dan Tindakan Cepat

Kejadian itu membuat sang pilot merasakan pesawat bergoyang. Dia mengamati kecepatan udara menurun dengan cepat. Mitchell mengatakan, awalnya pilot mengira bahwa pesawat mengalami stall. Namun, dia kemudian diberitahu bahwa ada penerjun payung yang tersangkut di bagian ekor.

Khawatir pesawat akan jatuh, pilot kemudian bekerja keras untuk mendapatkan kembali kendali penuh atas pesawat yang dikemudikannya. Salah satu anggota kru di dalam pesawat mengarahkan penerjun payung lainnya untuk keluar demi keselamatan mereka sendiri. Setidaknya, 13 penerjun payung melompat sementara 2 orang lainnya tetap tinggal untuk menyaksikan penerjun payung yang terjebak itu membebaskan diri.

Penerjun Payung Menggunakan Pisau Kait untuk Selamatkan Diri

Sementara itu, penerjun payung yang terjebak di ekor pesawat harus memotong tali parasutnya dengan pisau kait. Laporan menyebut, diperlukan waktu kurang dari satu menit bagi penerjun payung untuk memotong 11 tali. Menurut keterangan penerjun payung, tindakan yang dilakukannya untuk menyelamatkan diri itu lebih sulit daripada dugaannya.

Setelah para penerjun payung seluruhnya melompat demi keselamatan, pilot kemudian meminta bantuan melalui radio dan memberitahu pengontrol lalu lintas udara bahwa dia bersiap untuk melompat keluar. Berdasarkan laporan, pilot berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Tully di Queensland, Australia.

Meski demikian, benturan kaki penerjun payung dengan ekor pesawat menyebabkan kerusakan besar pada stabilizer. Penerjun payung yang terjebak akhirnya berhasil melepaskan diri dengan alat khusus, pisau kait. Ia kemudian mendarat dan mengalami luka ringan.

Penjelasan dari ATSB

Kepala Komisioner ATSB Angus Mitchell menjelaskan bahwa membawa pisau kait, meskipun bukan persyaratan peraturan, dapat menyelamatkan nyawa jika parasut cadangan terbuka sebelum waktunya. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran dan tindakan cepat dalam situasi seperti ini.

Insiden ini menjadi pengingat akan risiko yang tersembunyi dalam aktivitas penerjun payung. Meskipun kejadian ini berakhir dengan keselamatan, ia menunjukkan betapa pentingnya keselamatan dan persiapan yang matang dalam setiap aksi penerjun payung.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan