Pasangan Suami Istri Ngaku Petinggi Bank Plat Merah, Bawa Kabur Dua Motor dan HP di Asahan

Pasangan Suami Istri Ngaku Petinggi Bank Plat Merah, Bawa Kabur Dua Motor dan HP di Asahan

Pasangan Suami Istri Tidak Sadar, Anak Balita Jadi Alat Penipuan

Di sebuah wilayah di Kabupaten Asahan, terjadi kasus pencurian yang cukup memprihatinkan. Seorang pasangan suami istri nekat mencuri sepeda motor milik seorang pria paruh baya. Kejadian ini terjadi di Kelurahan Kedai Ledang, Kisaran Timur, pada Senin (22/12/2025). Yang membuat kejadian ini semakin mengejutkan adalah modus yang digunakan oleh pelaku.

Pasangan tersebut sengaja membawa anaknya yang masih berusia balita untuk mengelabui korbannya. Mereka mengaku baru dipindah tugaskan dari Surabaya dan bekerja di salah satu bank plat merah. Dengan alasan mencari rumah kontrakan, mereka meminta bantuan kepada korban.

Korban, bernama Serianto, awalnya merasa iba karena melihat keluarga tersebut membawa anak balita. Akhirnya, ia membantu mencarikan rumah kontrakan yang dekat dengan tempat tinggalnya. Anak Serianto yang bekerja di sebuah hotel juga turut terlibat dalam proses ini. Mereka menginap selama empat hari di hotel sebelum akhirnya memutuskan untuk mencari rumah sewa.

Proses Negosiasi yang Menipu

Setelah menemukan rumah kontrakan, pelaku datang ke rumah Serianto untuk bertemu dengan pemilik rumah. Mereka melakukan negosiasi harga dan sepakat. Namun, setelah itu, pelaku pergi dengan alasan ingin mengambil barang di hotel. Keesokan harinya, mereka kembali dengan naik becak motor dan mengajak nenek korban untuk belanja harian. Bahkan, mereka juga memasak makanan untuk diri sendiri.

Namun, aksi ini ternyata memiliki niat jahat. Setelah beberapa waktu, pelaku memberi alasan ingin membayar rumah kontrakan. Suami pelaku meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan ingin mengambil uang dari ATM. Setelah setengah jam, Serianto pergi bekerja. Saat itu, pelaku menghubunginya dan mengatakan bahwa ATM-nya tertinggal bersama istrinya.

Pengkhianatan yang Menyakitkan

Setelah itu, istri pelaku meminjam satu unit sepeda motor lainnya dan membawa ponsel milik korban. Awalnya, Serianto percaya karena istri dan anak pelaku berada di rumah. Namun, ternyata, mereka juga membawa sepeda motor milik pemilik kontrakan dan handphone milik istri Serianto.

Selain dua sepeda motor dan dua handphone, uang tunai sebesar Rp 700 ribu juga ikut dibawa kabur oleh pelaku. Kejadian ini sangat menyakitkan bagi korban, yang merasa telah ditipu oleh orang yang seharusnya bisa dipercaya.

Langkah yang Diambil oleh Korban

Serianto sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Asahan. Ia berharap pelaku segera diamankan dan sepeda motornya dapat dikembalikan. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindakan penipuan yang menggunakan anak sebagai alat.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan