
berita,
JAKARTA Pasar mobil murah dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) masih mengalami tekanan pada November 2025 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Adapun, Toyota Calya tercatat menjadi model LCGC paling dominan, mengalahkan penjualan model lainnya seperti Honda Brio Satya hingga Daihatsu Sigra.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, total penjualan LCGC sebanyak 8.879 unit pada November 2025, atau merosot 30% (year-on-year/YoY) dibandingkan 12.737 unit pada November 2024.
Jika ditinjau secara bulanan, penjualan LCGC tercatat mengalami penurunan tipis 1% (month-to-month/MtM) dibandingkan Oktober 2025 yang mencatatkan angka sebanyak 8.945 unit.
Toyota Calya mempertahankan dominasinya sebagai model LCGC terlaris pada November 2025 dengan membukukan 3.122 unit, naik 2,12% dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 3.057 unit.
Selanjutnya, Daihatsu Sigra bertengger di posisi kedua dengan volume wholesales 2.105 unit, naik 24,62% secara bulanan. Disusul Honda Brio mencatatkan penjualan 1.717 unit.
Secara berurutan, model LCGC terlaris berikutnya adalah Toyota Agya dengan 1.415 unit dan Daihatsu Ayla sebanyak 520 unit pada periode yang sama.
Jika dihitung secara kumulatif, penjualan LCGC sepanjang JanuariNovember 2025 mencapai 112.151 unit. Realisasi tersebut masih turun signifikan sebesar 30,9% dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 162.320 unit.
Segmen LCGC sejak awal dirancang dengan fokus pada efisiensi bahan bakar tinggi, yakni kemampuan menempuh konsumsi minimal 20 kilometer per liter. Efisiensi ini dicapai melalui penggunaan mesin berkapasitas kecil, yang umumnya berada pada rentang 1.000 cc hingga 1.200 cc.
Program LCGC merupakan inisiatif pemerintah untuk memperkuat struktur industri otomotif nasional sekaligus menyediakan kendaraan hemat energi dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Dengan banderol Rp150 jutaRp180 juta, LCGC sempat menjadi pilihan utama di kelas mobil entry level. Namun, tren penjualan yang terus menurun dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan pelemahan daya beli konsumen di segmen menengah.
Kinerja pasar LCGC yang lesu juga sejalan dengan penurunan pasar otomotif secara keseluruhan. Volume penjualan mobil wholesales sepanjang JanuariNovember 2025 masih terkontraksi 9,6% YoY menjadi 710.084 unit, dibandingkan periode 11 bulan 2024 sebesar 785.917 unit.
Penjualan mobil secara ritel pun ikut merosot 8,4% YoY menjadi 739.977 unit, dibandingkan pada 11 bulan 2024 yang mencatatkan angka 807.586 unit.
Berikut daftar model LCGC terlaris pada November 2025:
- Toyota Calya: 3.122 unit
- Daihatsu Sigra: 2.105 unit
- Honda Brio Satya: 1.717 unit
- Toyota Agya: 1.415 unit
- Daihatsu Ayla: 520 unit
Total: 8.879 unit
Pasar LCGC kini menghadapi tantangan yang cukup berat, baik dari sisi permintaan maupun dari sisi regulasi. Meskipun program ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan industri otomotif nasional, kondisi saat ini menunjukkan bahwa ada faktor-faktor eksternal yang memengaruhi minat masyarakat terhadap kendaraan hemat energi.
Salah satu isu yang sering disebut adalah kenaikan harga bahan bakar yang memengaruhi biaya operasional kendaraan, termasuk LCGC. Selain itu, persaingan dari model-model baru yang hadir dengan fitur lebih lengkap dan harga kompetitif juga turut memberi tekanan pada penjualan LCGC.
Di tengah situasi ini, produsen mobil harus terus berinovasi untuk menjaga daya saing. Beberapa merek telah melakukan perbaikan desain, peningkatan performa mesin, serta penyesuaian harga agar tetap menarik konsumen.
Namun, selain upaya dari pihak produsen, diperlukan juga dukungan dari pemerintah dalam bentuk insentif atau kebijakan yang dapat mendorong permintaan pasar. Dengan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan konsumen, diharapkan pasar LCGC dapat bangkit kembali dan kembali menjadi bagian penting dari industri otomotif nasional.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar