
Pasar Murah Jelang Nataru Dibuka di Medan
Pasar murah yang digelar dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru) resmi dibuka oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Pembukaan pasar murah ini dilakukan di Halaman Gereja GKPI Jemaat Khusus Sidorame, Jalan Pelita II, Medan Perjuangan, Rabu (10/12/25) kemarin.
Pasar murah ini diselenggarakan di 53 titik yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan. Terdapat delapan jenis produk bahan pokok yang tersedia di pasar murah tersebut. Tujuan utama dari pelaksanaan pasar murah ini adalah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Kenaikan Harga Bahan Pokok Menjadi Alasan Utama
Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan bahwa menjelang akhir tahun sering kali terjadi lonjakan harga baik di pasar tradisional maupun supermarket. Contohnya, saat dirinya mengunjungi pasar Pringgan beberapa waktu lalu, beberapa harga kebutuhan pokok mengalami sedikit kenaikan. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab inflasi.
“Maka dari itu Pemko Medan menggelar pasar murah jelang Natal dan tahun baru. Dengan tujuan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujar Rico Waas.
Menurutnya, pasar murah ini merupakan bentuk komitmen Pemko Medan untuk membantu masyarakat dengan menyediakan bahan pokok dengan harga yang lebih murah dan terjangkau. Dengan demikian, masyarakat dapat menghemat pengeluaran mereka.
Pentingnya Ketersediaan Stok Bahan Pokok
Selama berlangsungnya pasar murah, Rico Waas menegaskan agar stok bahan pokok yang dijual di pasar murah selalu tersedia. Ia menilai bahwa banyak masyarakat akan membeli bahan pokok di pasar murah dengan harga yang telah disubsidi.
“Saya minta stok bahan pokok di Pasar Murah diperhatikan. Jangan setelah launching tiba-tiba kehabisan atau kosong stoknya. Pantau terus selama pelaksanaan pasar murah,” tegas Rico Waas.
Bantuan Peralatan untuk Kelompok Usaha Bersama
Dalam kesempatan ini, Rico Waas juga memberikan bantuan peralatan secara simbolis kepada 60 kelompok usaha bersama dan koperasi binaan Dinas Koperasi UKM Perindag. Bantuan ini mencakup 122 unit peralatan dengan 16 jenis yang berbeda.
“Saya berharap bahwa bantuan ini dapat membantu meningkatkan usaha masyarakat dan meningkatkan kualitas kehidupan pelaku usaha,” ucap Rico Waas.
Penjelasan dari Plt Kadis Koperasi UKM Perindag
Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Koperasi UKM Perindag Kota Medan, Citra Effendi Capah menjelaskan bahwa pasar murah Natal dan Tahun Baru ini digelar untuk mengendalikan inflasi daerah dan mendorong terciptanya stabilisasi harga serta meningkatkan daya beli masyarakat kelompok ekonomi menengah ke bawah terhadap pemenuhan kebutuhan pokok.
“Pasar murah ini dilaksanakan di 53 titik/lokasi yang tersebar di 21 kecamatan yang ada di Kota Medan. Pasar murah ini berlangsung selama 10 hari dari tanggal 10 hingga 20 Desember,” jelasnya.
Daftar Produk yang Dijual di Pasar Murah
Adapun harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah setelah disubsidi antara lain:
- Beras kualitas medium seharga Rp12.500 per kilogram (kg)
- Gula pasir seharga Rp14.000 per kg
- Telur seharga Rp1.550 per butir
- Tepung terigu seharga Rp11.800 per kg
- Kacang tanah kupas seharga Rp31.300 per kg
- Minyak sania seharga Rp17.800 per kg
- Margarin seharga Rp4.900 per bungkus
- Sirup Rasberry seharga Rp18.667 per botol
Pasar murah ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar