Pasca Banjir, Unej dan PMI Bantu Warga Lambung Bukit

Pasca Banjir, Unej dan PMI Bantu Warga Lambung Bukit

Kisah Korban dan Dampak Banjir Bandang di Lambung Bukit

Banjir bandang yang terjadi di wilayah Lambung Bukit, Kota Padang, Sumatera Barat, meninggalkan luka mendalam baik secara fisik maupun psikologis. Salah satu korban yang menjadi perhatian adalah Ana, seorang perempuan yang nyaris terseret arus saat banjir melanda. Peristiwa ini menjadi bukti betapa ganasnya bencana alam yang terjadi pada tanggal 14 Desember 2025.

Pada pukul 15.00 WIB, air sungai tiba-tiba naik drastis, menghancurkan kehidupan normal warga. Saat itu, Ana dan keluarganya sedang membersihkan lumpur dari rumah mereka. Dalam hitungan menit, situasi berubah menjadi mengerikan. Ana kesulitan menyelamatkan diri dan bahkan terseret arus bersama tiga anggota TNI yang berusaha menolongnya. Ia mengalami luka di jari dan dagingnya tergores tali. "Saya sudah pasrah. Saat terseret arus, saya berpikir mungkin ini hari terakhir saya di dunia," ujarnya dengan suara bergetar.

Beruntung, seorang warga setempat berhasil menarik tubuh Ana ke tempat aman dan menutupi lukanya dengan kain seadanya. "Alhamdulillah, kalau tidak diselamatkan, saya tidak tahu nasib saya akan seperti apa," tambahnya.

Bantuan dari Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Jambi

Bencana ini meluluhlantakkan wilayah di tiga provinsi Pulau Sumatera, meninggalkan kerusakan rumah, lumpur tebal, serta trauma mendalam, terutama bagi anak-anak dan warga yang nyaris kehilangan nyawa. Untuk merespons kondisi tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi turun langsung ke lokasi.

Tim ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jambi untuk membantu proses pemulihan warga di Lambung Bukit. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didukung oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdiksaintek).

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Tedjo Sukmono, menjelaskan bahwa tim telah hampir tiga pekan menjadi satuan tugas bencana di wilayah Sumatera Barat, termasuk di Solok dan Batu Busuk. "Sudah hampir tiga minggu kami menjadi satgas bencana Sumatra di Sumbar. Kami mendampingi langsung masyarakat yang terdampak bencana," ujar Tedjo.

Layanan Kesehatan Hingga Pemulihan Trauma

Berbagai layanan kemanusiaan telah diberikan kepada warga Lambung Bukit dan wilayah terdampak lainnya. Mulai dari distribusi logistik, penyaluran air bersih dan tangki air (tedmon), hingga pemeriksaan kesehatan bagi warga. Selain itu, tim juga menyalurkan kasur, lampu darurat, serta alat kebersihan untuk membantu warga membersihkan rumah pascabanjir. Dapur umum dan bantuan sembako turut disalurkan guna memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Perhatian khusus diberikan pada pemulihan psikologis anak-anak korban banjir bandang. Melalui Psychosocial Support Program (PSP), tim memberikan pendampingan psikososial dengan pendekatan edukatif dan kreatif, untuk membantu mengurangi trauma dan memulihkan rasa aman anak-anak.

Upaya Pemulihan Jangka Panjang

Sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka panjang, tim pengabdian juga menyusun peta rawan bencana serta melakukan pendampingan kelompok masyarakat tangguh bencana di Kelurahan Lambung Bukit. Kolaborasi dengan PMI Provinsi Jambi memperkuat dukungan teknis dan kapasitas relawan agar penanganan bencana berjalan lebih terkoordinasi dan berkelanjutan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan