Paser Merayakan HUT ke-66, Ajak Warga Tak Gunakan Kembang Api

Paser Merayakan HUT ke-66, Ajak Warga Tak Gunakan Kembang Api

Ringkasan Berita Populer di Kalimantan Timur

Beberapa artikel mengenai peristiwa atau informasi terkini di kota dan kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur menjadi berita populer dalam 24 jam terakhir hingga hari ini. Berikut tiga berita paling populer di Kaltim:

Puncak Peringatan HUT ke-66 Kabupaten Paser

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Paser digelar dengan berbagai rangkaian kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kabupaten Paser, Senin (29/12/2025). Acara dimulai dengan pemutaran video sejarah Paser dan kaleidoskop keberhasilan pembangunan tahun 2025.

Antusiasme dari warga terlihat sejak pagi, yang memadati lokasi upacara untuk mengikuti jalannya peringatan hari jadi kabupaten yang dikenal dengan julukan Bumi Daya Taka. Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Paser, Fahmi Fadli.

Dalam sambutannya, Bupati Fahmi menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-66 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Paser. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam perayaan ulang tahun ini, dengan menganggap setiap individu yang hadir dan berkontribusi merupakan bagian penting dari sejarah Kabupaten Paser.

Fahmi menekankan bahwa masukan dari berbagai pihak, baik secara langsung maupun melalui media dan kanal komunikasi, selalu menjadi perhatian sebagai masukan yang memiliki makna mendalam untuk pengambilan keputusan. Dengan berbagai pencapaian yang diraih, posisi Kabupaten Paser saat ini perlahan bergeser dari mengejar ketertinggalan menjadi daerah yang layak untuk dijadikan contoh oleh daerah lain dalam beberapa aspek pembangunan.

Salah satu persembahan pemerintah untuk peningkatan kualitas aparatur ialah dengan mengangkat 4 ribu tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (PPPK), yang dilakukan pada April dan Oktober lalu. Di akhir acara, juga dirangkai dengan persembahan lagu Paser, kesenian paguyuban serta berbagai hiburan lainnya.

Wisata Teluk Lombok di Kutai Timur Terancam Abrasi dan Buaya

Destinasi wisata Teluk Lombok di Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), yang sempat menjadi primadona bagi wisatawan lokal, kini kondisinya kian memprihatinkan. Pantai Teluk Lombok tidak jauh dari pusat ibu kota Kabupaten Kutai Timur, kurang lebih 45 menit menggunakan kendaraan roda 4. Akses jalan juga mudah dilalui, meskipun masih berupa tanah merah.

Namun, kondisinya saat ini telah tergerus abrasi yang menghilangkan garis pantai berpasir serta ancaman keberadaan buaya menjadi tantangan serius bagi pengembangan kawasan ini di masa depan. Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, mengungkapkan bahwa penurunan jumlah pengunjung sangat terasa, terutama saat momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 kemarin.

Menurut Rusmiati, salah satu penyebab utamanya adalah hilangnya keindahan pasir pantai akibat abrasi. Saat ini, hanya beberapa titik yang masih memiliki hamparan pasir, itu pun berkat upaya mandiri pengelola setempat atau Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Meski demikian, secercah harapan muncul melalui program pengembangan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta usulan desa yang telah disampaikan melalui audiensi virtual bersama DPR dan Dinas Pariwisata. Rencananya, Teluk Lombok akan dipoles kembali dengan fasilitas yang lebih lengkap, termasuk kemungkinan menghidupkan kembali wahana water sport seperti banana boat.

Hal yang paling menarik dari rencana pengembangan ini adalah usulan pembangunan penangkaran buaya. Rusmiati menyebutkan bahwa ini merupakan bagian dari 50 program prioritas yang tengah digodok. Mengingat kondisi alam Sangatta yang merupakan habitat buaya, pemerintah setempat memilih untuk bersahabat dengan alam ketimbang melawannya.

Bupati Kukar Aulia Rahman Imbau Warga Tak Nyalakan Kembang Api

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan malam pergantian tahun dengan pesta kembang api. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk empati terhadap saudara-saudara di daerah lain yang tengah mengalami musibah bencana.

Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Kukar telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait penggunaan kembang api pada malam tahun baru. Untuk penggunaan kembang api kami sudah berkoordinasi dengan pihak Polres bahwa tidak ada izin yang dikeluarkan dari pihak Polres untuk penggunaan kembang api.

Melihat kondisi kita akhir-akhir ini memang sebaiknya di malam tahun baru itu kita isi dengan bermuhasabah. Ia menegaskan, ajakan tersebut didasari rasa kepedulian terhadap masyarakat di sejumlah daerah yang saat ini sedang tertimpa musibah. Dana yang biasanya digunakan untuk membeli kembang api akan lebih bermanfaat jika dialihkan untuk membantu korban bencana, baik di Sumatera maupun di Kalimantan Selatan.

Terkait masih adanya aktivitas penjualan kembang api, Aulia menegaskan bahwa pemerintah akan mengedepankan langkah persuasif dan koordinasi dengan aparat keamanan. Namun, ia meyakini para pedagang akan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku apabila nantinya ada larangan resmi dari pihak berwenang.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan