Pasti Berbeda, Layanan Haji 2026 vs 2025

Pasti Berbeda, Layanan Haji 2026 vs 2025

Perubahan dalam Pelaksanaan Haji 2026

Pelaksanaan haji pada tahun 2026 akan mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Evaluasi penyelenggaraan haji yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi menyebabkan adanya penyesuaian terhadap layanan syarikah. Syarikah adalah perusahaan atau lembaga swasta yang diberi mandat resmi untuk menyediakan berbagai layanan logistik bagi jemaah haji internasional, termasuk dari Indonesia.

Layanan yang disediakan oleh syarikah mencakup akomodasi, transportasi, dan konsumsi. Tujuan dari sistem ini adalah untuk membuat pelayanan lebih terorganisir dan profesional. Perusahaan penyedia layanan tersebut bertanggung jawab memastikan kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulsel, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa jumlah syarikah yang ditetapkan untuk pelaksanaan haji 2026 akan dikurangi. Jika pada tahun 2025 terdapat delapan syarikah, maka pada tahun 2026 hanya dua syarikah yang akan bertanggung jawab.

Menurutnya, pengurangan ini justru memberikan keuntungan bagi jemaah. Layanan syarikah ada delapan pada 2025. Di 2026 dilayani dua syarikah. Keuntungannya, bila ada pisah keluarga cepat disatukan, apalagi berbasis embarkasi. Jika ada orang tua dan anak terpisah, mudah disatukan, ujar Ikbal Ismail dalam podcast Yang Baru Dari Haji 2026 di Redaksi berita, Rabu (10/12/2025) sore.

Dua syarikah yang ditetapkan untuk tahun 2026 adalah Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company for Pilgrim Service dan Al Bait Guest. Evaluasi multisyarikah pada tahun 2025 menunjukkan banyak persoalan, seperti bus yang tidak tersedia tepat waktu, jemaah yang harus berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina, serta koordinasi data yang kurang baik.

Pengalaman 2025 sudah ada yang diperbaiki. Insyaallah 2026 dengan dua syarikah dan berbasis embarkasi, jemaah lebih mudah dikoordinir. Hotel dan lainnya masih sama, jelasnya.

Untuk tahun 2026, pemerintah menetapkan kuota haji Sulsel sebanyak 9.670 jemaah. Jumlah ini meningkat 2.398 dari tahun sebelumnya yang hanya 7.272 jemaah. Namun, peningkatan tersebut tidak merata di seluruh daerah.

Kabupaten Wajo menjadi penerima kuota terbesar, disusul Kabupaten Bone dan Gowa. Jatah Kabupaten Sidrap tidak sampai 1.000 jemaah. Sementara Toraja Utara hanya mendapat dua kursi keberangkatan.

Plt Kasi PHU Kemenag Wajo, Muhammad Hadrawi, memastikan kuota jemaah Wajo 2026 sebanyak 1.902 orang, terdiri dari 1.819 jemaah urut porsi dan 83 prioritas lansia. Saat ini, proses kelengkapan administrasi dan dokumen calon jemaah haji Wajo mulai berjalan.

Sudah ada yang sementara mengurus administrasi dan dokumen, termasuk pelunasan biaya haji Embarkasi Makassar sebesar Rp55.893.179, ujarnya.

Hadrawi menambahkan, pelunasan tahap pertama berlangsung 24 November hingga 23 Desember. Jadwal pelunasan tahap kedua masih menunggu pengumuman.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan