PATI TNI AD Antoninho Rangel da Silva terbitkan buku: Nusa Tenggara Timur antara keindahan wisata &

POTENSI BISNIS - Buku Nusa Tenggara Timur Antara Keindahan Wisata & Kemiskinan karya Antoninho Rangel Da Silva, S.IP., M.Han., hadir sebagai refleksi kritis atas dinamika pembangunan daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Buku ini mengangkat paradoks antara kekayaan potensi wisata alam yang dimiliki NTT dengan realitas kemiskinan dan ketimpangan sosial yang masih menjadi tantangan utama di wilayah tersebut.

Antoninho Rangel Da Silva dikenal tidak hanya sebagai penulis, tetapi juga sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Sistem dan Metodologi Pusat Teritorial Angkatan Darat (Dirsismet Pusterad).

Lulusan Akademi Militer tahun 1992 dari kecabangan Infanteri ini menyandang pangkat perwira tinggi TNI bintang satu, dengan pengalaman penugasan di berbagai wilayah strategis dalam dan luar negeri. Latar belakang tersebut memberi perspektif tersendiri dalam membaca persoalan pembangunan daerah dari sudut pandang ketahanan wilayah.

Dalam bukunya, Antoninho menyoroti bahwa perkembangan sektor pariwisata di NTT belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

“Keindahan alam Nusa Tenggara Timur belum secara otomatis berbanding lurus dengan perbaikan kondisi ekonomi masyarakatnya,” ujar Antoninho kepada wartawan Sabtu, 3 Januari 2026.

Menurutnya, pertumbuhan sektor wisata sering kali tidak diiringi dengan penguatan ekonomi rakyat dan distribusi manfaat yang adil.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemiskinan di NTT tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan keterbatasan sumber daya alam.

“Masalah utama bukan terletak pada potensi wilayah, melainkan pada tata kelola pembangunan dan kebijakan yang belum sepenuhnya inklusif,” kata Antoninho.

Faktor infrastruktur, konektivitas, dan kapasitas ekonomi lokal menjadi penentu apakah potensi wisata benar-benar dapat menjadi pengungkit kesejahteraan.

Buku ini juga mengaitkan pembangunan daerah dengan isu ketahanan wilayah dan ketahanan nasional. Antoninho menilai bahwa ketimpangan sosial dan kemiskinan yang berlarut-larut dapat menjadi kerentanan strategis apabila tidak dikelola dengan baik.

“Ketahanan wilayah tidak hanya ditentukan oleh aspek keamanan, tetapi juga oleh keadilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Melalui buku Nusa Tenggara Timur antara Keindahan Wisata dan Kemiskinan, Antoninho berharap diskursus mengenai pembangunan daerah dapat dipahami secara lebih utuh. Buku ini diharapkan menjadi bahan refleksi bagi akademisi, pembuat kebijakan, dan masyarakat luas bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus berpijak pada keseimbangan antara potensi ekonomi, keadilan sosial, dan ketahanan wilayah.***

Informasi Tambahan:

Buku Nusa Tenggara Timur Antara Keindahan Wisata dan Kemiskinan tersedia secara terbuka dan dapat diakses secara gratis melalui layanan Google Books pada tautan berikut:

Buku Nusa Tenggara Timur Antara Keindahan Wisata dan Kemiskinan

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan