Patung Macan Putih jadi ikon baru Kediri, CFD Desa Balongjeruk dibanjiri pengunjung berbagai daerah

Patung Macan Putih jadi ikon baru Kediri, CFD Desa Balongjeruk dibanjiri pengunjung berbagai daerah
Ringkasan Berita:
  • Keberadaan patung Macan Putih yang bentuknya unik menjadi daya tarik di Kediri dan meramaikan kegiatan CFD di Desa Balongjeruk.
  • Lebih dari 5000 pengunjung lokal dan beberapa daerah meramaikan CFD di Balongjeruk, dan berfoto di pertigaan patung Macan Putih.
  • Pembuat patung, Suwari (60), juga beberapa kali diajak berfoto oleh pengunjung yang penasaran dan ingin mengabadikan momen bersama kreator ikon Balongjeruk.
 

nurulamin.pro, KEDIRI -Kawasan Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri yang  viral di media sosial, kini menjelma menjadi pusat kegiatan Car Free Day (CFD). 

Area di Utara Kabupaten Kediri itu setiap akhir pekan dipadati ribuan warga yang datang untuk berolahraga, bersantai, sekaligus menikmati suasana baru di sekitar patung ikonik tersebut.

Pantauan di lokasi, CFD digelar mulai pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB. Namun antusiasme masyarakat tidak surut meski kegiatan resmi telah berakhir. 

Hingga sekitar pukul 11.00 WIB, kawasan di depan Kantor Desa Balongjeruk hingga pertigaan Patung Macan Putih masih dipenuhi pengunjung. Diperkirakan sekitar 5.000 orang memadati area CFD, Minggu (11/1/2026) pagi.

Warga tidak hanya datang dari Balongjeruk dan wilayah sekitar, tetapi juga dari luar daerah, seperti Kabupaten Nganjuk, Mojokerto, Jombang, Malang dan sekitarnya.

CFD di Balongjeruk ini merupakan yang kedua kalinya digelar setelah sukses pada pelaksanaan perdana Minggu (4/1/2026) lalu.

Pada edisi kali ini, suasana semakin meriah dengan hadirnya penampilan DJ lokal Kediri lengkap dengan sound horeg yang menghibur pengunjung.

Kepadatan pengunjung terlihat hampir di sepanjang ruas jalan dari depan Kantor Desa hingga pertigaan Patung Macan Putih. 

Warga tampak memanfaatkan momen ini untuk berolahraga, jalan santai, hingga berfoto bersama di sekitar patung yang kini menjadi ikon baru desa tersebut.

Selain hiburan, kegiatan CFD juga dilengkapi dengan layanan sosial. Puskesmas Badas membuka posko cek kesehatan gratis yang berlokasi di depan patung. 

Sejumlah warga terlihat antre untuk memeriksakan kondisi kesehatannya, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol hingga konsultasi kesehatan ringan.

Di sisi kanan dan kiri jalan, deretan pelaku UMKM juga tampak ramai menawarkan dagangan. Beragam jajanan, pernak-pernik, hingga kaos bergambar Patung Macan Putih dijajakan sebagai oleh-oleh khas dari Balongjeruk.

Dampak Ekonomi Patung Macan Putih

Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i menyampaikan rasa syukurnya karena ikon desa tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menilai, CFD menjadi ruang baru bagi warga untuk beraktivitas sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.

"Mari (kegiatan seperti ini) kita lanjutkan, Kuncinya itu kita sama-sama bahagia, jadi patung Macan Putih ini bukan hanya untuk Balongjeruk tetapi masyarakat semua. Jadi kita bersama-sama untuk kebersamaan," lata Safi'i.

Safi'i juga berpesan kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk menjaga ketertiban. Sebab acara dengan menyedot animo tinggi biasanya juga akan berpotensi menimbulkan resiko. 

"Yang penting dalam acara ini kita juga tertib agar acara ke depan bisa terlaksana dengan baik pula," pesannya.

Salah satu pengunjung, Ismail, warga Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang mengaku sengaja datang bersama anaknya untuk menyaksikan penampilan sound audio di CFD Balongjeruk. "Ini anaknya yang tahu ada acara, akhirnya tadi ke sini, ternyata rame," ucapnya.

Usai mengikuti senam bersama, warga dan pengunjung tampak berdesakan untuk berfoto di area Patung Macan Putih. 

Bahkan sang pembuat patung, Suwari (60), juga terlihat beberapa kali diajak berfoto oleh pengunjung yang penasaran dan ingin mengabadikan momen bersama kreator ikon Balongjeruk tersebut. *****

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan