Pawai Motor Listrik di Depo Pelita Sokaraja, Kampanye Energi Bersih dan Ekosistem EV

Pawai Motor Listrik di Depo Pelita Sokaraja, Kampanye Energi Bersih dan Ekosistem EV

Parade Motor Listrik di Banyumas, Upaya Mendorong Kendaraan Ramah Lingkungan

Di tengah upaya pemerintah dalam mencapai target nol emisi, Banyumas terus berinovasi dengan mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Salah satu bentuk kegiatannya adalah Parade Motor Listrik yang digelar oleh Depo Pelita Sokaraja pada Sabtu, 27 Desember 2025. Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang konvoi komunitas, tetapi juga menjadi wujud dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam menjaga lingkungan.

Owner Depo Pelita Purwokerto, Fachrudin, menjelaskan bahwa motor listrik lebih hemat dibanding kendaraan berbahan bakar minyak. Baik dari segi biaya operasional maupun dampak lingkungan, motor listrik menawarkan solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Ia menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proyek pemerintah yang perlu didukung bersama untuk mencapai tujuan zero emisi.

Kegiatan parade tersebut diikuti oleh puluhan anggota komunitas motor listrik yang berkonvoi menyusuri sejumlah ruas jalan kota. Kehadiran mereka dengan kendaraan bebas emisi menarik perhatian masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi tentang pentingnya penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Fachrudin mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap motor listrik di wilayah Banyumas semakin meningkat. Dalam periode 2024 hingga 2025, penjualan motor listrik di Depo Pelita rata-rata mencapai sekitar lima unit per bulan. Namun, ia juga menyebut tantangan utama bagi pengguna motor listrik adalah keterbatasan lokasi pengisian daya.

“Kesulitan mereka memang mencari tempat untuk mengisi baterai. Kita bersyukur didukung PLN sehingga di lokasi kami bisa dibuat charger untuk pengisian motor listrik. Ini tentu memudahkan pengguna,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UP3 Purwokerto, Firman Raharja, menyampaikan bahwa parade motor listrik ini merupakan bagian dari kampanye energi bersih yang secara konsisten didukung PLN. Ia menyebut para pengguna motor listrik sebagai “rider senyap” karena kendaraan ini minim suara dan tidak menghasilkan emisi gas buang.

“Acara ini bagian dari menumbuhkan ekosistem EV (electric vehicle). Dari sisi PLN, kami mendukung sebaik-baiknya kegiatan seperti ini,” ujar Firman.

Firman menjelaskan bahwa kekhawatiran masyarakat terkait baterai motor listrik sebenarnya bisa diantisipasi dengan perencanaan perjalanan atau trip planner. Dengan perencanaan tersebut, pengguna dapat mengetahui lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL), baik untuk roda dua maupun roda empat.

Saat ini, di wilayah kerja PLN UP3 Purwokerto telah tersedia 41 SPKL untuk sepeda motor listrik yang tersebar di empat kabupaten, serta 21 SPKL untuk mobil listrik. PLN juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha agar semakin banyak titik pengisian daya tersedia.

Dari sisi biaya, penggunaan motor listrik dinilai lebih efisien. Dengan tarif sekitar Rp2.500 per kWh, efisiensi kendaraan listrik disebut bisa mencapai 75 persen dibandingkan motor berbahan bakar BBM. Dengan berbagai keunggulan tersebut, motor listrik diyakini akan semakin diminati masyarakat Purwokerto ke depan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan