PD Aisyiyah Garut Tutup Fase 1 Inklusi, Bahas Strategi Perlindungan Anak

Koordinasi Kader Program Inklusi BSA di Garut

Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Garut menggelar Koordinasi Kader Program Inklusi BSA pada Jumat pagi (12/12/2025) di RM Haruman, Jl. Raya Cibiuk, Kabupaten Garut. Acara ini menjadi momen penting dalam penutupan Fase 1 Program Inklusi yang telah berjalan sejak 2022, sekaligus menjadi awal konsolidasi menuju Fase 2.

Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Garut, Dra. Hj. Eti Nurul Hayati, M.Si, menyampaikan arahan tentang perjalanan program inklusi ke depan. Ia menekankan bahwa pertemuan ini adalah yang terakhir dalam koordinasi kader dan merupakan penutupan Fase 1 yang dimulai sejak tahun 2022. Ia juga berharap adanya Fase 2 yang lebih baik.

Ini merupakan pertemuan terakhir koordinasi kader, penutupan Fase 1 inklusi yang dimulai sejak tahun 2022. Insyaallah ada fase 2. Dengan melaksanakan program inklusi, inilah tugas kita yang berkelanjutan. Jangan sampai BSA ini tidak ada perkembangan, ujarnya.

Tujuan Koordinasi Kader

Tujuan dari acara ini antara lain:

  • Mengidentifikasi capaian praktik baik dan tantangan program di komunitas Balai Sakinah Aisyiyah (BSA).
  • Menyusun strategi atau langkah keberlanjutan program.
  • Meningkatkan pemahaman tentang paduan child protection (perlindungan anak).

Kegiatan ini menghadirkan Koordinator Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat, Ima Auba Putri, yang menyampaikan materi tentang Child Protection Policy dan Safeguard Program Kemitraan Aisyiyah. Materi ini membahas integrasi perlindungan anak dalam seluruh aktivitas program serta mekanisme pengamanan kemitraan sesuai nilai organisasi.

Peserta kemudian melakukan diskusi kelompok untuk menyusun strategi lokal, berbagi praktik baik dari daerah masing-masing, serta mendalami materi child protection. Hasil diskusi dipresentasikan sebagai rekomendasi penguatan program pada fase berikutnya.

Kontribusi Program Inklusi Aisyiyah Garut

Selama tiga tahun terakhir, Program Inklusi Aisyiyah Garut telah memberikan kontribusi nyata dalam advokasi hak perempuan, pendidikan inklusif, dan perlindungan kelompok rentan. Penutupan Fase 1 ini menjadi momentum evaluasi dan peneguhan komitmen PDA Garut untuk melanjutkan gerakan inklusi yang lebih terstruktur, berdampak, dan berkelanjutan pada Fase 2.

Program ini mencerminkan komitmen organisasi dalam memastikan semua individu, terutama yang kurang mampu dan rentan, memiliki akses yang sama terhadap layanan dan peluang. Dengan konsolidasi yang dilakukan, diharapkan Fase 2 akan lebih efektif dan mampu menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan, peserta juga diberikan kesempatan untuk saling bertukar informasi dan pengalaman, sehingga dapat memperkaya strategi yang akan digunakan di masa depan. Hal ini sangat penting dalam membangun sistem yang lebih solid dan berkelanjutan.

Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, PDA Garut menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan menjalankan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Semangat inklusi yang dibangun diharapkan dapat menjadi contoh bagi organisasi lain di wilayah tersebut.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan