
DPRD Paser Soroti Kinerja Perumdam Tirta Kandilo
DPRD Kabupaten Paser menyoroti kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kandilo dalam beberapa rapat yang digelar, terutama terkait kinerja keuangan dan layanan air bersih yang diberikan kepada masyarakat. Anggota DPRD sekaligus anggota Badan Anggaran (Banggar), Burhanuddin, menegaskan bahwa perbaikan layanan air harus menjadi prioritas utama bagi Perumdam Tirta Kandilo.
Meskipun Perumdam Tirta Kandilo telah menunjukkan kinerja keuangan yang stabil dan mampu mencetak laba setiap tahunnya, kualitas pelayanan kepada masyarakat dinilai belum memadai. "Meski sudah menghasilkan profit, pembenahan harus tetap dilakukan, karena capaian tersebut belum sejalan dengan kualitas pelayanan ke masyarakat," ujar Burhanuddin pada Selasa (2/12/2026).
Kondisi ini berdampak langsung pada implementasi program Paser Tuntas, khususnya agenda air bersih terus mengalir yang menjadi salah satu komitmen utama pemerintah daerah. Ia menyarankan beberapa langkah strategis agar pelayanan air bersih dapat membaik pada tahun 2026.
Burhanuddin juga menyoroti pentingnya perluasan jaringan perpipaan secara mandiri oleh Perumdam Tirta Kandilo, agar akses air bersih semakin merata. Menurutnya, pemerintah daerah perlu mendorong perusahaan daerah tersebut menyusun rencana bisnis yang lebih terukur dan berkelanjutan. "Langkah ini penting untuk memastikan kapasitas operasional terus meningkat hingga mencapai cakupan layanan di atas 80 persen, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penerimaan daerah," tambahnya.
Cakupan Layanan Masih Rendah
Cakupan layanan Sambungan Rumah (SR) Perumdam Tirta Kandilo masih di bawah 50 persen. Rendahnya cakupan itu disebabkan oleh kondisi wilayah dan persebaran rumah penduduk. Direktur Perumdam Tirta Kandilo, Suryanto Agustono, menjelaskan bahwa Kabupaten Paser berbeda dengan daerah perkotaan yang padat perumahan. "Perumahan penduduk di 10 kecamatan sangat berjarak dan menyebar, daerah kita ini sangat luas, jadi kami perlu investasi yang besar juga," terang Suryanto.
Sampai saat ini, cakupan SR Perumdam Tirta Kandilo hanya mencapai 33 ribu SR, jauh dari total jumlah penduduk di Kabupaten Paser yang mencapai 309.667 jiwa. "Secara administrasi, cakupan layanan kita saat ini baru 33 ribu SR, ini artinya masih di bawah 50 persen dari jumlah penduduk," ungkap Suryanto.
Secara bertahap, pemasangan SR ditargetkan bertambah setiap tahunnya. Misalnya, pemasangan SR tahun ini mencapai 2.990 untuk pemasangan baru. Ribuan SR baru tersebut masih dalam proses pemasangan, yang diupayakan selesai hingga akhir tahun 2026. "Mudah-mudahan sampai akhir tahun nanti pemasangan SR bisa tercapai, sehingga jumlah layanan kita ikut bertambah," harap Suryanto.
Selain memperluas cakupan layanan, kelancaran distribusi air bersih juga menjadi fokus dari Perumdam Tirta Kandilo. Hal itu disebabkan oleh seringnya keluhan dari pelanggan tentang air yang tidak mengalir atau keruh.
Masyarakat Keluhkan Kualitas Air
Anggota DPRD Kabupaten Paser, Zulfikar Yusliskatin, menyoroti kinerja Perumdam Tirta Kandilo yang masih belum optimal. Belakangan ini, kabar buruk mencuat dari keluhan sebagian warga Tanah Grogot perihal kualitas air bersih yang masih buruk dari Perumdam Tirta Kandilo hingga menyebabkan mereka gatal-gatal.
"Saya dapat informasi, sejumlah warga di Grogot gatal-gatal setelah mandi, sementara air yang digunakan itu bersumber dari Perumdam Tirta Kandilo," terang Zulfikar, Minggu (9/11/2026). Menurutnya, persoalan ini perlu menjadi perhatian dari pihak Perumdam lantaran air merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat.
"Bagaimana mau meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, jika kualitas air buruk dan jika itu dikonsumsi, maka akan menimbulkan masalah kesehatan," singgungnya. Informasi itu membuat dirinya mempertanyakan kinerja Perumdam Tirta Kandilo, dan akan segera menindak lanjutinya lantaran banyaknya persoalan yang terjadi dalam lingkaran perusahaan berplat merah tersebut.
Menurut Zulfikar, Direktur Perumdam Tirta Kandilo yang menjabat saat ini bukanlah orang baru pada instansi yang dinaunginya dikarenakan pernah menjabat sebagai bagian teknis di Perumdam. Ia meyakini, dengan pengalaman dan keilmuan yang dimiliki Direktur Perumdam Tirta Kandilo saat ini, sudah seharusnya masalah mendasar yang dihadapi sudah terselesaikan sejak lama.
[DIGITAL-0]
[DIGITAL-1]
[DIGITAL-2]
Seyogyanya, semasa kepemimpinan Suryanto Agustono ini, Perumdam Tirta Kandilo sudah berkembang maupun bertransformasi ke arah yang lebih modern. "Direktur Perumdam sekarang ini punya pengalaman dan keilmuan yang cukup pada sektor, tapi kenapa malah begini jadinya." Zulfikar menyatakan bahwa dirinya bersama anggota DPRD Paser lainnya akan menindak lanjuti persoalan ini dengan serius sampai tuntas.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar